"(Name) dimari, ada (Name) jangan lari"
Kisah singkat tentang si gadis brutal yang hidup hanya dengan modal doa dan tekad
Ketika diberi kesempatan baru untuk merubah alur hidupnya menjadi lebih baik, apakah dia sanggup melakukannya? Atau malah menje...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ganteng doang tapi kalo gabisa dimiliki buat apa?"
**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*
"Yo, jadi kenapa aku dipanggil kesini... Hyungseok?" (Name) melipat tangan di depan dada, memasang ekspresi tak suka pada satu laki-laki yang duduk di depannya
"Haaa... Dasar, waktu membaca au ku sampai ke ganggu sialan" Keluh (Name) menggaruk kepalanya gusar
"Si bodoh ini membuat masalah lagi, ayo kita bantu" Ucap Zin
(Name) menatap Jiho emosi. Kini waktu santainya sepulang sekolah harus dia habiskan untuk membantu Jiho yang kehilangan rekening
"Kau tak pernah belajar dari kesalahan ya idiot, sesekali gunakan otak mini mu itu"
"Sudah (Name), lebih baik kita bantu" Ajak Hyungseok sekalian menjauhkan (Name) dari Jiho karna takut gadis ini akan mengamuk
"Jadi? Apa yang sudah kalian lakukan? Dan kenapa kau terus-terusan menatap ku sih, bocah" (Name) beralih pada Koji yang duduk tak jauh darinya
"Tidak, hanya saja ternyata kau bukan monyet seperti yang lain ya"
"Hm? Lalu kau pikir aku ini apa"
"Gorila"
Tali kesabaran (Name) sudah putus. Dia bisa saja menghajar Koji kalau tak ditahan oleh Hyungseok. Dikatain sama bocah lebih nyelekit asli
Tak menghiraukan segala omelan (Name) Koji kembali mengutak-atik komputer di depannya
"Gimana?" Tanya bocah bersurai ungu ini menunjukkan wajah bangga
"Wah luar biasa..."
"Jejak informasi yang tak bisa dicari di google, sekarang bisa muncul sebagai akun di layanan game!"
Merasa ada titik terang, Zin bersemangat sampai-sampai ide gila di kepalanya terucap
"Sekarang kita tinggal kirim foto senonoh Haneul untuk memancingnya!"
"Pakai punya Mijin saja" Balas Haneul tak terima
"Ga boleh!!"
"Sial"
"Ah, kalau begitu punya (Name)" Zin beralih menatap (Name)
"Diam kau brengsek"
"Udang" Celutuk Koji
"Hah? Udang?"
"Level otak mu itu"
Ternyata bukan hanya (Name) korban hinaan bocah epep yang satu ini. Sisanya (Name) hanya bisa mengikuti apa yang Koji suruh, tapi mereka lupa kalau ini mba (Name). Mumpung lagi di warnet jadi dia mengambil kesempatan untuk bermain game yang sudah lama tak dimainkan, kali ini ga ketauan sama Koji kok