✙Death of a star✙

3K 510 23
                                        

"si paling si paling, daripada lo shibal"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"si paling si paling,
daripada lo shibal"

**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*

Ayah...? Haha, aku tak pernah mengenal sosok itu

Hampir 17 tahun aku berada di rumah yang sama dengannya. Satu atap, setiap hari bertemu, tapi entah kenapa aku tidak bisa merasakan sosok seorang ayah hadir dalam hidup ku

Aku tak pernah mendapat sekedar pujian, apresiasi, atau bahkan pelukan dari sosok yang ku panggil Ayah. Bahkan bicara dengannya saja tidak pernah

Jangankan bicara. Dia akan memukul ku kalau aku membuatnya kesal, atau sekedar melakukan kesalahan kecil

Dan dialah yang membawa ku ke titik remaja ku sekarang. Yang dimana aku kehilangan kepercayaan diri, dan selalu berbohong pada diriku sendiri untuk menutupi semua rasa sakit

Sampai dimana aku merasa sakit mental jauh lebih buruk dari sakit fisik yang ia beri

Dan saking sakitnya, mulut ku pernah mengeluarkan kalimat

"Aku tidak membutuhkan mu"

Tentu hal itu bukan tanpa alasan. Tapi karna sejak dulu sosok ayah memang tidak pernah disini, dan tidak pernah hadir hingga aku tumbuh dewasa. Dan karna dia juga aku tersesat hampir sepanjang hidup ku

Setiap hari, aku selalu berada di titik terendah dan hampir menyerah. Bahkan, banyak pikiran yang memainkan isi kepala ku. Suara-suara itu seperti membisikkan bahwa aku tak layak ada disini

Tapi, meski aku berpikir itu ada benarnya. Aku masih berusaha memulihkan diri, dan berjuang untuk tidak menyakiti diriku sendiri.

Aku selalu mempertimbangkan untuk tidak mengakhiri segalanya. Karna aku tau, kalau pikiran untuk bunuh diri hanya datang dan pergi seperti orang-orang bagiku

Dan bukannya aku ingin mati, hanya saja aku tidak melihat alasan mengapa aku harus tetap hidup

Fuck bundir, aku ga selemah itu bangsat

Kenyataan yang sebenarnya, aku tidak pernah ingin mati. Aku hanya ingin kelegaan, dan terbebas dari segala masalah di hidup ku. Aku ingin tetap melanjutkan hidup, walau ketika aku ingin mati

Karna aku tidak mau hari kematian ku menjadi satu-satunya hari dimana semua orang benar-benar mencintai ku

🌸🌸🌸

"Kau berniat kabur lagi?"

Satu pertanyaan yang tiba-tiba memasuki pendengaran membuat langkah ku terhenti sebentar, dengan malas aku menoleh ke belakang dimana kak Hajoon sedang duduk di atas tembok perumahan seorang diri. Dia ngapain malam-malam duduk disana?

"Seperti yang kau lihat, kuping ku sakit mendengar ocehannya terus" Ku benarkan posisi tas yang ku bawa di punggung

"Mau kabur kemana? Sekarang sudah malam loh"

𝐢𝐫𝐢𝐝𝐞𝐬𝐜𝐞𝐧𝐭 || ʟᴏᴏᴋɪꜱᴍCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang