"Halo?"
Zefran mendekatkan ponsel ke telinganya saat nada telfon tersambung. "Batalkan dulu liburan kalian, ada hal yang lebih penting untuk di urus."
"Apa?"
"Our kitten is very naughty, drag and punish him."
"Kirim alamatnya biar aku yang mengurus bocah yang tidak pernah kapok itu."
"Tentu."
🕸🕸🕸
Ditempat lain terdengar riuh, jalan yang sudah tak terpakai itu kini dikelilingi banyak orang bersusun di pinggir jalan menunggu mulainya tujuan berkumpulnya para remaja.
Nevan turun dari motor dengan dibantu oleh Rendi yang memegang lengan anak itu. "Makasih."
Rendi tersenyum mengangguk. "Abang ke tempat aldrich, kalian ikut?"
Kenzi menggeleng sebagai wakil. "Tidak perlu, kami lihat di sana saja."
Rendi dan temannya itupun pergi setelah pamit pada tiga junior mereka.
Vio mendengus tak semangat. "Kenapa tidak ikut saja? Kita bisa berbicara dengan kak aldrich."
Nevan menunjuk kerumbunan yang di tuju Rendi. "Lihat banyak perempuan disana, kau akan di jambak saat mencoba mendekati idola mereka."
Kenzi tertawa. "Itu benar, ayo kita ke tempat penonton saja sebentar lagi akan dimulai."
Nevan mengangguk setuju lalu menarik Vio yang terlihat malas. Sesampainya di pinggir jalan, Nevan menatap takjub sekelilingnya karena baru pertama kali ikut menonton balap liar seperti ini. Biasanya ia hanya mendengar cerita dari Kenzi atau Vio saja yang kesini dengan diam-diam tentunya.
Dan tak lama suara teriakan para gadis mengganggu indra pendengaran Nevan. Ia melirik ke ujung jalan, ternyata aldrich sudah bersiap di garis start bersama musuh dari sekolah rival. Mata bulatnya sedikit bergidik melihat wanita yang berdiri di tengah-tengah sambil memegang bendera kecil dengan pakaian kurang bahan berjalan melenggak-lenggok seperti bebek.
"Ready?"
Kedua remaja yang sudah siap dengan motor masing-masing itu mengangguk kompak. Sekilas aldrich melirik lawannya dengan tatapan permusuhan kental.
"One..."
"Two..."
Suara bising motor besar itu kian terdengar nyaring.
"Three, and go!" Seru wanita itu sambil mengangkat bendera kecil tinggi-tinggi.
Brummm!!
Nevan memejamkan matanya sejenak kala seniornya itu lewat dengan kecepatan di atas rata-rata. Angin ikut berhembus mengakibatkan rambutnya sedikit berkibar. Begitupun juga dengan penonton yang lain begitu excited, mereka berteriak saling menyemangati idola masing-masing.
Kenzi menyentuh lengan Nevan yang membuat si empu sedikit terjengkit kaget. "Menurutmu siapa yang menang?"
"Tentu saja kak aldrich!" Bukan Nevan yang menjawab melainkan Vio yang sedari tadi matanya tak lepas dari seniornya yang melaju hingga tak terlihat. "Berapa banyak waktu mereka akan kembali kesini?"
"Hanya kurang dari 10 menit," jawab Kenzi.
Nevan mengelilingkan pandangannya pada apapun, sampai ketika ia tertuju pada seorang lelaki yang sibuk berbincang dengan temannya yang lain. "Ah, sial." Umpat Nevan pelan berlindung dibelakang tubuh Kenzi yang lebih tinggi darinya.
"Kau kenapa?" Tanya vio.
Nevan menaruh telunjuk kecilnya pada bibir. "Shutt.. Ada bang zefran."
Kenzi dan Vio lantas celingukan mencari orang yang di sebut Nevan. Dan benar saja, zefran berada lumayan jauh dari mereka terlihat sedang asik berbicara bersama geng aldrich. Apa jangan-jangan zefran ikut balap liar juga? Ah, tidak mungkin. Yang ada Gerald akan menendang anak ketiganya itu keluar dari rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
NEOTEROS [END]
General Fiction[PRIVATE ACAK! SILAHKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "NENEN HIKS.." "Wtf?!!" Tentang kehidupan Nevaniel yang biasa di panggil nevan. Seorang laki-laki yang berumur 14 tahun dengan tubuh pendek di tambah wajah nya yang baby face membuat banyak orang berpi...
![NEOTEROS [END]](https://img.wattpad.com/cover/310116154-64-k71724.jpg)