50. [ A little bit more ]

13.6K 895 37
                                        

"Lakukan otopsi."

Beberapa jajaran polisi yang sedang berdiri beradu pandang. Mereka berusaha semaksimal mungkin menutupi kejadian di lapas ini dari orang-orang di luar sana. Jika ketahuan, maka tempat mereka akan di cap buruk dan tidak kompeten dalam bertugas.

Seorang polsuspas yang pangkat nya lebih tinggi dari lainnya mencoba bernegosiasi dengan Gerald. "Tapi tuan, saudari Lia sebentar lagi akan kami antar ke--"

"Papa saya mengatakan lakukan otopsi, kematiannya tidak masuk akal." Kevan membuka suara karena sudah kesal dengan pelayanan buruk tempat ini.

"Maaf, kami tidak bisa."

Gerald terkekeh pelan saat pria berseragam rapi di depan nya itu terlihat cemas. "Tidak bisa?" ia bertanya seraya mengeluarkan sesuatu dari saku nya.

Pertahanan polsuspas yang sebelumnya berbicara dengan Gerald dan para putra nya seketika gentar saat melihat sebuah cek.

"Tulis nominal yang kalian inginkan."

"Bagaimana jika anda memberitahukan ini ke khalayak publik?"

"Kami bukan public figure. Semuanya aman," ucap si sulung kevin yang dari tadi diam menonton.

"Baiklah, sesuai permintaan anda. Kami akan melakukan otopsi secepatnya."

Setelah kesepakatan terjadi, Gerald segera beranjak pergi dari tempat itu di ikuti twins. Zaman sekarang harga diri seolah tidak berguna, manusia hanya mementingkan harta dari pada hukum dan tugas mereka sendiri.

Gerald penasaran siapa di balik kematian mantan istri nya. Apa Lia mempunyai musuh di luar sana? Pria itu menatap sejenak anak kembar nya yang tidak mengeluarkan suara lagi.

Tidak mungkin kalau para putra nya yang melakukan hal keji itu. Apa lagi Lia berstatus ibu kandung mereka sendiri.

"Perasaanku tidak enak, seperti ada hal buruk yang akan terjadi." gumam Gerald pelan hingga tidak terdengar oleh siapapun.

Gerald mencengkram erat setir mobil saat melupakan sesuatu. "Kalian tunggu disini dan jangan keluar dari mobil, papa akan segera kembali." Ia keluar dan menuju tempat di mana narapidana menjalani hukuman.

🕸🕸🕸

"Bunda meninggal."

Waktu seolah terhenti, Nevan terdiam mencerna dua kata yang keluar dari mulut Zefran. Meninggal? Sebuah keadaan dimana seseorang kehilangan fungsi otak, berhentinya detak jantung, berhentinya tekanan aliran darah dan berhentinya proses pernafasan.

Semua itu terjadi permanen dan tidak dapat dikembalikan dari semua fungsi biologis yang menopang makhluk hidup. Orang yang melahirkan nya telah mati?

Nevan tidak tahu harus berekspresi seperti apa. Menangis? Tapi Nevan belum terlalu dekat dengan wanita yang ia sebut bunda. Pertemuan nya waktu itu membawa kesan buruk bagi Nevaniel.

Kalian paham sebuah chemistry bukan?

Hubungan antara dua orang yang saling mencintai, menghargai, dan mempercayai satu sama lain. Chemistry akan berkembang semakin kuat setelah pasangan bisa mengerti satu sama lain.

Nevan tidak mendapat ikatan ibu dan anak dari sosok ibu yang di perankan Lia. Hanya Gerald yang selalu menjaga dan melindungi nya selama ini. Tapi kalau Nevan tidak sedih, apakah dia di sebut anak durhaka?

"Abang?"

Nevaniel terkejut saat merasa bahu nya yang menjadi sandaran kepala Zefran terasa basah. Ia mencoba mendorong tubuh sang abang namun di tahan oleh si empu.

NEOTEROS [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang