56. [ Kembali Pulang ]

12K 709 61
                                        

Akhirnya, ktmu lagi. kangen Nevan ya?
ga kangen yang nulis nya juga gitu? Khsfsghfkthsjnsndhaj!!!

 kangen Nevan ya? ga kangen yang nulis nya juga gitu? Khsfsghfkthsjnsndhaj!!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


•| 2184 kata
•| Enjoy!

<><>°°<><>°°<><>

"

Siapa yang mau menikah?"

Ryan langsung kicep di tempat, mulut laki-laki itu terkatup rapat tanpa berani melakukan eye contact dengan pria yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Nevaniel terkikik geli. "Paman Ryan bilang, papa mau menikah deng--Akhh."

Gerald menjatuhkan handuk yang sebelumnya digunakan untuk mengeringkan rambut ke lantai. Pria itu segera mendekat ke arah sang putra yang baru saja berteriak kaget.

Ryan melangkah mundur ketika tubuh setengah telanjang Gerald menggeser posisinya. Aroma sabun menguar pada indra penciuman sedikit membuat Ryan ingin bersin.

"Ada apa?" Tanya Gerald dengan wajah kentara khawatir.

Si kecil tidak menjawab, sebaliknya remaja 14 tahun tersebut hanya diam menunduk seraya menggigit bibir seolah menahan ngilu. Tangan mungil nya menutupi area selangkangan yang terapit rapat oleh paha putih.

"Aku tidak sengaja menyentil nya."

Gerald berbalik menatap Ryan dengan mata memicing. "Jaringan spons sekecil itu kau sentil? Kalau lepas bagaimana?"

Ryan sontak memalingkan wajah nya ke arah lain. Jika tidak melakukan itu, ia pasti akan meledakkan tawa saat itu juga. Apalagi ekspresi Gerald yang terlalu mendalami peran seolah-olah hal itu akan terjadi.

"Papaa.."

Lihatlah, bocah nakal itu nampak malu sampai menarik handuk yang melilit apik pada pinggang proposional milik sang ayah. Gerald tentu panik dan segera menggenggam tangan si kecil. Untung saja handuk itu tidak sempat lepas yang bisa saja membuat sesuatu di dalam sana terbang mengudara.

"Nevan, berhenti. Kamu ingin membuat papa malu di depan Ryan?"

"Biarkan saja, supaya paman Ryan tahu kalau punya papa juga kecil."

Kedua mata pria dewasa di ruangan itu melotot terkejut, namun detik berikutnya suara tawa Ryan menggelegar.

"ANG ANG ANG ANG ANG."

🕸🕸🕸

"Itu apa?"

"Brokoli."

"Kenapa hijau?"

"Namanya juga sayur."

Si bungsu mengernyit jijik melihat sesendok bubur yang di sodorkan Ryan. Ia menggeleng cepat sembari menutup mulut menggunakan telapak tangan tanda menolak.

NEOTEROS [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang