35. [ School ]

20.9K 2.5K 316
                                        

𝐍𝐞𝐤𝐚𝐭 𝐮𝐩, 𝐦𝐞𝐬𝐤𝐢 𝐩𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐤𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐰𝐤𝐰𝐤. 𝐁𝐞𝐜𝐚𝐮𝐬𝐞, 𝐮𝐝𝐡 𝐥𝐚𝐦𝐚 𝐠𝐤 𝐮𝐩.

•>><<•

Merasa penasaran, Nevan memilih turun dari kasur. Kaki pendeknya perlahan mendekat ke arah pintu yang tertutup namun tidak dikunci. Dengan hati-hati bocah berumur 14 tahun tersebut mendengarkan perbincangan kedua kaka nya.

"Menurutmu masalah sekarang ulah siapa?" Potong zefran.

"Nevaniel, tapi apa hubungannya dengan dimanja?"

"Karena terbiasa di nomor satukan, Nevan menjadi anak yang pembangkang. Aku mengerti dengan keadaannya, tapi jika selalu di manja juga tidak bagus. Umurnya sekarang sudah hampir menginjak 15 tahun, namun sifatnya seperti bocah 5 tahun."

"Kau lelah mengurusnya?"

"Bukan seperti itu maksudku, sialan. Apa Nevan akan hidup dimanja selamanya? Apa kau pikir itu bagus?"

Kevan diam membuat zefran kembali melanjutkan ocehannya.

"Kita nanti akan menemui ajal masing-masing. Jika hidup Nevan tidak berubah, dengan siapa ia bergantung selain kita?"

Kevan mulai mengerti arah pembicaraan adiknya. "Jadi maksud ucapanmu..."

"Membuat Nevan hidup mandiri."

Anak yang disebutkan namanya berjalan mundur perlahan. Ia segera kembali menaiki kasur milik zefran sebelum kedua pemuda yang masih sibuk berbincang itu kembali masuk ke dalam kamar.

Nevan merebahkan tubuhnya menyamping membelakangi pintu, tangan mungilnya menarik selimut sampai menutupi bagian kepala. "Nevan.. pembawa masalah."

🕸🕸🕸

Keesokan paginya.

Zefran melangkah santai menuju kamar sang adik dengan seragam yang sudah terbalut apik ditubuh jangkungnya. Tugasnya sekarang membangunkan Nevan, sementara kevan memasak sarapan.

Soal kondisi gerald, kevan sudah menceritakannya semalam. Abangnya berkata jika papa mereka mengalami retak tulang tengkorak jenis fraktur terbuka. Dimana saat benturan benda tumpul terjadi begitu keras, sehingga mengakibatkan tulang tengkorak terbuka, diikuti oleh kerusakan kulit ditempat terjadinya keretakan.

Hari ini tepat pada jadwal gerald melakukan operasi. Selain memperbaiki susunan tulang, prosedur itu juga guna mengatasi cedera pada otak, saraf, atau pembuluh darah.

Zefran tidak bisa ke rumah sakit sebab harus menjaga Nevan dan membuat bocah itu lupa sementara waktu agar tidak bertanya dimana keberadaan sang ayah.

Walaupun tidak bisa menunggu hasil operasi, ia bisa sedikit tenang karena masih ada kevin dan Ryan di sana.  Tidak mungkin ia meninggalkan Nevan hanya berdua bersama kevan karena pemuda itu tidak waras.

Kevan itu gila, zefran percaya seratus persen tanpa mengecek terlebih dahulu. Meskipun dulu ia pernah menjepit hidung Nevan, zefran masih bisa dikatakan waras.

"Nevaniel." Zefran masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu, karena memang sudah terbiasa dan si pemilik pun tidak marah.

Hal pertama yang ia lihat adalah kasur yang sudah tak berpenghuni dengan bantal, guling serta selimut masih berantakan. Adiknya sudah bangun? Aneh sekali.

"Nevan kau dimana?"

"Bang zef."

Suara teriakan dari dalam kamar mandi membuat atensi zefran terfokus ke salah satu pintu bercat putih. "Mandi sendiri?" gumamnya heran.

NEOTEROS [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang