Bel pulang sekolah telah berbunyi dari beberapa menit yang lalu. Vio mendekati meja nevan, sedangkan kenzi sudah keluar lebih dulu karena ibu nya menunggu di depan gerbang.
"Pulang dengan ku, kan?"
Nevan mengangguk tanpa menatap teman nya, sebab sibuk memasukan alat tulis dan buku ke dalam tas.
"Oh, iya.. Kau tidak apa-apa 'kan?"
"Kenapa bertanya seperti itu?"
"Aku penasaran apa yang di lakukan kak zefran pada mu."
"Bukan hal yang penting. Ayo keluar, pasti mama sudah menunggu juga."
"Kak zefran sudah tahu kau pulang lebih dulu?"
"Iya, ayo cepat. Aku tidak sabar bertemu orang tua mu."
Vio tersenyum ketika melihat nevan begitu antusias ingin bertemu mama nya. Kedua remaja itu pun berjalan keluar kelas bersamaan.
Sementara itu di gedung sekolah yang berbeda. Zefran menggeser-geser layar handphone dengan kesal lantaran pesan nya tidak di balas oleh nevan.
Apalagi penjelasan seorang guru di depan sangat membuat nya bosan. Masih 10 menit lagi untuk pelajaran berakhir dan ia bisa menjemput nevan.
Sampai sekarang tidak ada balasan dari bocah nakal itu. Biasanya akan ada jawaban walau hanya beberapa kata.
"Ppsst.."
Zefran menoleh ke samping, ternyata darrel si pelaku sumber suara.
"Letakan ponsel mu, di depan ada guru," ucap darrel sambil berbisik.
Zefran memilih mengikuti ucapan teman, karena tidak ada salah nya juga. Semoga saja sang adik mau menunggu untuk beberapa menit ke depan.
🕸🕸🕸
"Mama!"
Seorang wanita setengah baya terkejut saat teriakan cempreng menyapa indra pendengaran nya secara tiba-tiba. Ia mendapati dua laki-laki berlarian ke arah nya dengan senyum cerah yang bisa menular. Buktinya ia sekarang ikut tersenyum sambil membuka kedua tangan nya.
Grep!
Wanita itu tertawa tatkala tubuh nya hampir terjungkal akibat di tabrak oleh dua tubuh bocah yang saat ini sudah memeluk nya begitu erat.
"Bagaimana sekolah kalian tadi?"
"Menyenangkan." Vio melepaskan pelukan. Sedangkan nevan masih menempel pada mama nya.
"Baguslah. Nevan, kamu jadi ikut bersama kami, kan?"
Nevan mengangguk cepat. Ia suka ibu nya vio, karena bersifat hangat dan penyayang. Nevan memang tidak memiliki ibu karena papa nya bilang, ibu nya sudah meninggal tanpa info yang lebih jelas.
Oleh sebab itu, nevan selalu semangat saat bertemu wanita yang berstatus ibu teman nya ini. Bahkan nevan di perbolehkan memanggil mama tanpa merasa sungkan.
"Oke let's go!"
Vio dan nevan masuk ke mobil bagian tengah, sedangkan mama nya vio mengemudi di depan.
Selama perjalanan ketiga nya terus bercanda ria. Getaran handphone tidak membuat nevan sadar jika diri nya tengah di khawatirkan sang kaka.
"Nevan."
"Kenapa?"
"Kak zefran." Telunjuk vio mengarah pada ponsel teman nya.
Nevan menggigit bibir bawah nya ragu. "Biarkan saja."
KAMU SEDANG MEMBACA
NEOTEROS [END]
Fiksi Umum[PRIVATE ACAK! SILAHKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "NENEN HIKS.." "Wtf?!!" Tentang kehidupan Nevaniel yang biasa di panggil nevan. Seorang laki-laki yang berumur 14 tahun dengan tubuh pendek di tambah wajah nya yang baby face membuat banyak orang berpi...
![NEOTEROS [END]](https://img.wattpad.com/cover/310116154-64-k71724.jpg)