part 35 kualifikasi Asian games

65 1 0
                                        

Hari ini adalah pertandingan kualifikasi untuk bergabung di ajang olahraga bergengsi tingkat internasional Asian games. ini terasa sangat berat bagi Lisya maupun Kalya karna ini untuk pertama kalinya mereka bergabung di kompetisi internasional, meskipun hanya kualifikasi.

Namun Coach Naga sudah mengatakan kepada Lisya maupun Kalya untuk tak menjadikan pertandingan ini sebagai beban, mereka harus bermain santai karena target mereka bukan untuk juara. Mereka belakangan juga hanya berlatih dan berlatih, mereka absen di sekolah dan terus mengembangkan skill mereka di Pelatnas.

Dua hari lalu mereka terbang ke china bersama Coach Naga dan 2 peserta kualifikasi lain dari kelas ganda putra yang juga ditemani Coach mereka, mereka berangkat menggunakan jet pribadi milik keluarga Sarfaraz. Selama di Beijing-China pun semua kebutuhan atlet badminton yang mengikuti babak kualifikasi dibayai oleh keluarga Damaldrich dibantu dwngan federasi juga tentunya.

Hari ini pertandingan pertama babak kualifikasi dimulai, pertandingan berlangsung selama 4 hari dimana masing-masing babak dilaksanakan 1 hari baik babak 16 besar atau seterusnya sampai mendapat kurang lebih 4 pasangan ganda putri yang akan mengikuti turnamen Asian games.

PBSI sendiri sudah menetapkan beberapa atlet senior yang memiliki ranking atas di BWF untuk memperkuat tim Asian games indonesia, Eura dan Sia pun sudah dipastikan akan berpartisipasi dalam gelaran pesta olahraga terbesar di Asia itu. Untuk ganda putri PBSI hanya mengirim satu pasangan yang pasti lolos dan satu lagi masih dalam proses.

Arsa sendiri sudah terbang ke China bersama Mommynya dan keluarga kecil Lisya beserta orangtua Kalya menggunakan jet pribadi keluarga Damaldrich, Mereka mungkin akan sampai beberapa jam setelah pertandingan pertama Lisya selesai dilaksanakan. Mereka cukup optimis Lisya dan Kalya dapat melaju ke babak selanjutnya.

Keduanya sudah berada di lapangan dan sedang melakukan pemanasan, di babak awal mereka menghadapi pasangan asal Thailand, mereka juga merupakan junior dari negaranya, namun bisa dijamin mereka lebih lama berada di dunia badminton daripada Lisya dan Kalya.

Pertandingan berlangsung cukup alot di game kedua, sementara di set pertama Lisya dan Kalya kalah cukup telak dengan poin 21-7, Kalya dan Lisya terus-menerus melancarkan serangannya setelah di set pertama tadi mereka bermain bertahan.

Lisya mencoba memancing pasangan Thailand untuk mengangkat bola, ia melepaskan dropshot dengan gerak tubuh seperti smash beberapa kali namun belum berhasil. Lisya terus mencobanya dengan gerak tubuh yang lebih sempurna, setelah kurang lebih melepaskan 10 tembakan akhirnya lawan mengangkat bola tanggung dan dieksekusi dengan baik oleh Kalya yang berada tepat di depan net.

Kalya lakukan servis dan permainan kembali berlanjut, pasangan Thailand melakukan serangan kearah Kalya dengan bola-bola drive mereka, Kalya bertahan dengan posisi jongkok ketika bola drive itu semakin rendah, dengan posisi jongkok nya yang tak stabil dan dibawah tekanan akhirnya ia pun terpeleset dan duduk di lapangan. lawan pun akhirnya mengarahkan bola dengan tekanan tinggi itu ke Kalya, meskipun dengan posisi yang sangat sulit Kalya berhasil menaruh bola itu tepat di garis belakang lapangan lawan. Really good defense!

1 poin dari Kalya menutup set ke 2 untuk kemenangan Kalya dan Lisya, mereka melanjutkan set penentuan setelah istirahat beberapa detik dan mendapat beberapa wejangan dari Coach Naga.

"Yoo semangatt Kall!" seru Lisya dan dibalas anggukan dan senyuman oleh Kalya.

Di set ketiga match berlangsung tak kalah seru, keduanya saling beradu strategi dan teknik. Kedua pasangan memiliki daya juang yang tinggi dan patut diapresiasi jika salah satu dari mereka kalah, lermainan keduanya terlihat sangat mengaggumkan.

Setelah berjuang melebihi 1 jam akhirnya Lisya dan Kalya memenangkan pertandingan dengan skor 7-21 21-19 21-17 yang membawa mereka melaju ke babak Quarter final.

ARSALANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang