Jadilah air putih, Tidak mewah namun sederhana
Adel langsung masuk ke dalam kamar nomor 201. Adel dapat melihat gadisnya tengah duduk di ranjang sembari bercanda gurau dengan Chika dan Kathrin. Adel tidak bisa menyembunyikan raut bahagianya ia langsung berlari menghampiri Ashel.
"Ashel" Ucap Adel sedikit gugup. "Lo udah bangun" Adel memegang kedua bahu Ashel. "Gue kangen lo" Adel langsung memeluk Ashel.
"Aduh di sini gerah deh keluar yuk" Ajak Ara mengerti keadaan.
"Kita cabut dulu ya" Pamit Oniel.
"Awas ya kalo elo apa apain temen gue" Ancam Kathrin mengepalkan tangannya di depan wajah Adel memberi peringatan
Adel berdecek sebal. "Cepet sana keluar"
Ara menoyor kepala Adel. "Sombong amat" Setelah itu mereka berempat keluar.
Adel duduk di sisi ranjang, ia menggaruk tengkuknya salah tingkah. Kenapa sekarang keadaannya canggung?
"Eum.. Nyokap bokap lo mana?" Tanya Adel memecah keheningan
"Jemput dava" Jawab Ashel seadanya.
Adel hanya mangut mangut.
"Lo dari mana?"
Adel menatap Ashel. "Habis main PS di rumah Ara"
Bukankah tadi mereka akan pergi ngopi katanya? Apa Adel sedang berdusta padanya?
"Huft.. Oh" Ashel menghela nafas.
"Gue minta maaf"
Ashel mengernyit bingung. "Buat?"
"Maaf karena waktu kecelakaan gue gak ada di deket lo"
"Waktu itu elo kemana emangnya?" Tanya Ashel memancing. Ia ingin tahu apa Adel akan mengatakan yang sebenarnya bahwa cewek itu telah mengantar pulang wanita lain.
Adel tersentak kaget, ia tidak menyangka Ashel akan bertanya sedemikian rupa. "Gue waktu itu lagi ini" Adel nampak berpikir. "Lagi di warung abah sama Ara ama Oniel" Lanjutnya.
"Ck, pembohong" Gumam Ashel.
Adel masih mendengarnya. "Maksudnya?"
Ashel langsung menggeleng. "Gak ada"
"Gue seneng lo udah bangun" Adel mengelus rambut Ashel.
Namun tak ada gerakan sama sekali dari gadis itu. Ashel hanya diam tidak berkutik, ada sesuatu yang aneh dari gadis itu. Apa Ashel marah padanya?
"Lo kenapa diem, hm?" Tanya Adel
"Gue ngantuk"
"Lo marah sama gue? Jangan diemin gue kayak gini dong!"
"Gue gak suka sama pembohong" Sarkas Ashel.
"Gue gak ngerti maksud lo! Pembohong? Gue bohong sama lo?" Tanya Adel
"Pikir aja sendiri"
"Oke gue minta maaf sama lo! Jangan marah lagi ya" Pinta Adel menggenggam tangan Ashel.
"Lo pikir dengan minta maaf bisa nyelesain semuanya?" Ashel menghempas kan tangan Adel.
"Jadi mau lo apa?" Tanya Adel pasrah.
"Kenapa lo gak jujur aja sih sama gue! Tinggal ngomong kalo waktu gue kecelakaan lo lagi nganterin cewek yang namanya Marsha pulang! Kenapa gak jujur hah? Apa susahnya"
Adel membulatkan matanya, dari mana gadis itu tahu? Padahal kedua temannya pun tidak ada yang mengetahui. "Lo kena-"
"Iya gue tahu! Gue tahu semua nya!" Tutur Ashel memotong ucapan Adel.
