EMPAT PULUH TIGA

1.2K 70 2
                                        

Sudah berkali kali Adel menyuruh Ashel untuk bangun namun hasilnya masih saja tetap sama. Mata itu masih tertutup rapat enggan untuk membuka. Adel dengan erat menggenggam tangan Ashel dan tangannya dengan halus mengelus puncak kepala gadis itu.

"Bangun Shel! Lo gak cape apa tidur mulu?"

"Gue kangen lo tahu" Ucap Adel bermonolog

Sekarang Adel sudah tiga hari tidak masuk sekolah. Adel berjanji akan menemani Ashel sampai gadis itu membuka mata. Orang tua Ashel sudah meminta Adel untuk beristirahat namun ia itu menolak keras. Ia yang akan menjaga Ashel karena ia tahu pasti orang tua Ashel sangat kelelahan menjaga Ashel semalaman.

Sedangkan di sofa sebrang sana, terdapat seorang gadis yang tengah menatap Adel dengan senyum yang mengembang. Ia sedari tadi memperhatikan Adel, ternyata cewek itu sangat kehilangannya. Tapi ia merutuki dirinya yang tidak bisa berbuat apa apa.

"Adell!! Woy kenapa sih lo gak bisa liat gue? Ini gue Dell, Ashel cewek cantik yang di sukain banyak orang tapi tetap milih orang ngeselin kayak lo" Gerutu gadis itu. Untung saja Adel tidak bisa melihatnya, jika ia berbicara seperti itu dengan Adel yang bisa melihatnya, tamat sudah riwayatnya.

Ashel berjalan mendekat, ia berusaha untuk memegang bahu Adel tapi hasilnya masih sama.

Gadis itu duduk di sisi ranjang. "Lo mandi gak sih? Kok kucel banget" Ucap Ashel melihat penampilan Adel terlihat sangat berantakan bahkan rambut yang biasa tertata rapih kini acak acakan tidak jelas dengan muka kusam yang dimiliki Adel, Ashel yakin cewek itu tidak mandi.

"Gue kangen lo Shel! Cepet bangun sayang"

Ashel menatap binar ke arah Adel, ternyata ketidakhadiran nya mampu membuat keadaan Adel seperti ini.

"Gue udah bangun sayang! Coba liat ke arah sini" Ucap Ashel.

"Maafin gue! Andai waktu itu gue ada di dekat lo mungkin ini gak bakal kejadian! Gue bodoh Shel, gue bodoh! Gak seharusnya gue nganterin Marsha pulang gue emang bodoh"

Ashel mengernyit bingung mendengarnya. Jadi Adel masih berhubungan dengan wanita yang bernama Marsha itu? Brengsek!

Ashel menatap tajam Adel, andai ia bisa menyentuh cewek itu. Sudah pasti Ashel akan mencakar cakar wajah Adel agar tidak ada yang tertarik pada cewek itu, kecuali dirinya!

"Lo emang bodoh bego! Kenapa sih lo suka main di belakang gue? Ck, nyesel kan sekarang lo? Rasain" Umpat Ashel kesal, ia bersedekap dada. Meskipun tidak ada yang melihatnya dan tidak ada yang mendengarnya gadis itu terlihat sangat lucu dengan bibir yang berbentuk kerucut.

Adel masih nyaman menggenggam tangan Ashel bahkan ia berkali kali mencium punggung tangan gadis itu. Ia sangat berharap Ashel segera sadar, bukan hanya Adel saja. Orang tua Ashel bahkan teman temannya pun ikut mendoakan kesembuhan Ashel.

"Woy cewek gatel! Gue ada di sini tahu. Coba dong liat ke arah gue! Walaupun lo ngeselin tapi gak tahu kenapa hati gue malah jatuh sama lo! Lo masang pelet ya? LIHAT GUE" Dumel Ashel. Ia lelah berbicara sendiri. Ashel ingin segera balik ketubuhnya. Ia tidak nyaman jika berlama lama seperti ini. Tapi Ashel bingung bagaimana ia bisa balik ke tubuhnya lagi.

Pintu tiba tiba terbuka. Adel langsung menoleh, ia tersenyum tipis untuk memberi sapa.

"Mamah" Sorak Ashel gembira

Mama Anin melempar senyum ke arah Adel. "Kamu pulang gih, istirahat dulu sana! Biar Ashel tante yang jaga" Ucap Mama Anin berjalan mendekat.

Adel berdiri dari duduknya. "Gak usah tan! Biar Adel aja yang jaga Ashel. Mending tante yang istirahat" Tolak Adel.

Pesan TerakhirCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang