Aku, kamu dan bahagia adalah harapan yang kini tenggelam bersama saat senja. Fana dan tak nyata
.
.
.
Hari hari sudah terlewati dengan tangis dan tawa. Tidak banyak yang berubah. Adel tetap pacar Ashel dan Ashel tetap pacar Adel.
Seminggu belakangan ini mereka berdua jarang menghabiskan waktu bersama karena sedang di sibukan dengan ujian nasional. Sebenarnya hanya Ashel yang sibuk belajar, sedangkan Adel? Cewek itu masih santai bermain dengan kedua temannya. Mereka bertiga masih sering nongkrong bersama, bahkan tak jarang mereka selalu menginap di rumah Ara.
Adel masih dengan kegugupannya, ia sama sekali tidak berani untuk berbicara perihal bersekolah di surabaya kepada kedua temannya maupun Ashel.
Hari ini adalah hari dimana pengumuman kelulusan dan pembagian rapot. Kepala sekolah sudah mengumumkan bahwa semua muridnya lulus, semuanya berhak memilih sekolah ke SMA maupun SMK.
"HUWAHHHHHH akhirnya gue lulus! Gue bakal lepas baju putih biru dan ganti jadi putih abu. AKHIRNYAAAA" Suara pekikan heboh milik Chika menggema di setiap penjuru sudut kelas.
Untung di kelas hanya ada mereka berenam. Jika tidak, Chika pasti akan di lempari kertas oleh teman sekelasnya karena suara hebohnya itu.
Ada beberapa murid yang sudah pulang, di lihat dari setiap koridor yang nampak sepi. Namun mereka memutuskan untuk tidak pulang terlebih dahulu, ingin menikmati momen terakhir berseragam SMP.
Ashel dan Kathrin spontan menutup kedua kuping mereka. Sedangkan para cewek, mereka malah sibuk bermain game. Seperti biasa saja ketika tahu bahwa mereka lulus. Sepertinya lulus maupun tidak lulus tidak ada masalah bagi mereka, lihat saja! Muka mereka sama sekali tidak menunjukan raut bahagia karena lulus, justru mereka bertiga memasang wajah tegang karena sedang mabar bermain PUGB. Mereka takut kalah di banding takut lulus. Aneh? Itu lah mereka.
"Astaga! Suara lo" Ucap Kathrin kesal.
Chika hanya menunjukan deretan giginya. "Gue seneng banget" Chika merentangkan tangannya bersiap akan memeluk kedua temannya.
Namun dengan sigap, Ashel yang sedang duduk di atas meja langsung turun dan berjalan ke arah Adel. Sama seperti Ashel, Kathrin yang sedang duduk di kursi langsung berlari mendekati Oniel.
Kathrin dan Oniel, mereka sudah pacaran. Tidak ada canggungan lagi di antara mereka. Justru sekarang mereka terang terangan memperlihatkan kedekatannya.
"LO BERDUA KOK GITU SIH SAMA GUEEEEE?" Teriak Chika frustasi.
"Sering sering manjain dia deh raa! Kurang perhatian tuh jadi gila gitu" Ucap Oniel dengan mata yang masih fokus pada ponselnya.
"LO YANG GILA" Chika duduk di kursi samping Ara.
"Gue masih waras ya! Mentang mentang udah punya pasangan, berani lo ya sama gue?" Chika menatap Oniel sengit.
Dengan sigap Ara mengelus puncak kepala Chika lembut. "Udah biarin aja sayang" Tutur Ara menenangkan. Sesekali melirik Chika sekilas, karena ia lagi sibuk bermain game.
"Iyuhhh.... Jijik gueh" Kata Kathrin lebay.
"Bilang aja lo sirik kan? Karena pacar lo gak seromantis Ara" Chika menyenderkan kepalanya pada bahu Ara. Manja kali dia ini gess
"Kata siapa? Gue orangnya romantis kok, ya kan?" Ucap Oniel melirik Kathrin.
"Gue ke toilet dulu" Pamit Adel, langsung pergi ke luar kelas.
Mereka berlima menatap kepergian Adel dengan bingung.
"Si Adel kenapa Shel?" Tanya Ara.
Ashel yang duduk di depan Ara langsung menoleh kebelakang. "Gue gak tahu" Tuturnya cemberut.
