Kita ini sebenarnya seperti apa? Bintang dengan bintang yang bersinar sendiri sendiri atau bintang dengan bulan yang saling berbagi sinar
Adel sedang menunggu Ashel di parkiran, tadi gadis itu pamit ke toilet sebentar namun sudah hampir tujuh menit Adel menunggu, batang hidung Ashel masih belum terlihat. Adel menyibukkan dirinya dengan bermain ponsel, ia membuka aplikasi instagram nya.
"EKHEM"
Adel langsung mendongak, matanya berputar malas.
"Ada apa?" Tanya Adel to the point.
"Mamah pengen ketemu sama lo nanti malam di cafe biasa" Ucap Olla
"Gak bisa! Gue sibuk" Jawab Adel acuh.
"Gue cuma nyampein! Kalau lo gak datang kasian nyokap gue nunggu di sana"
"Sampein aja gue gak bisa! Apa susahnya?"
"Lo tega sama nyokap gue? Cih, gak tahu di untung" Olla langsung berjalan akan pergi meninggalkan Adel namun lengannya di tahan kasar sehingga mau tak mau ia menoleh kebelakang.
"Kenapa? Berubah pikiran lo?" Olla langsung menepis tangan Adel yang mencegahnya pergi tadi.
"Ck, jam berapa?" Tanya Adel malas
"Jam 8" Setelah itu Olla melegang pergi meninggalkan Adel.
Adel mengusap wajahnya gusar. Kenapa tiba tiba bu dian mengajaknya bertemu nanti malam? Perasaannya tidak enak sekarang.
"DUARR"
Adel hampir terhuyung kebelakang karena tiba tiba seseorang mengejutkannya.
Orang itu tertawa senang. "Lain kali jangan bengong! Kesambet baru tahu rasa lo"
Adel mengelus dadanya, untung ia tidak punya penyakit jantung.
Adel menggaruk kepala bagian belakangnya. "Btw, makasih atas makanannya! Seharusnya lo gak usah repot repot bikinin gue nasi goreng"
Marsha terkekeh pelan. "Santai aja kali! Gue masakin lo juga gak setiap hari juga kan?"
Adel mengangguk canggung. "Makasih yah"
"Lo lagi ngapain disini? Yang lain udah pada balik loh" Tanya Marsha.
"Lo sendiri? Kenapa belum balik?" Bukannya menjawab Adel malah balik bertanya.
"Ini gue baru mau balik" Jawab Marsha.
"Yaudah hati hati di jalan" Sebenarnya Marsha tidak mengharapkan Adel berkata begitu. Ia berharap jika cewek itu menawarkan tumpangannya untuk mengantar dirinya pulang. Marsha sadar, jika Adel tidak pantas untuknya. Adel orang yang berada! Tidak seperti dirinya, hidup sebatang kara.
"Kalo gitu duluan" Pamit Marsha. Adel mengangguk lantas memberi senyum yang di balas senyuman kecut dari Marsha.
Adel celingak celinguk mencari keberadaan Ashel. Sudah hampir lima belas menit ia menunggu Ashel. Tapi gadis itu masih belum menampakan dirinya. Adel mulai gelisah, ia khawatir jika sesuatu terjadi pada gadisnya.
Tidak perlu menunggu lama lama lagi, Adel mulai berjalan menyusuri koridor menuju ke toilet wanita. Suasana sekolah memang sudah nampak sepi, hanya ada sebagian murid yang sedang melakukan piket.
.
.
.
Ashel berjalan tergesa gesa menuju parkiran, pasti Adel tengah menunggunya di sana! Namun langkahnya tiba tiba terhenti saat seseorang menghalangi jalannya.
"Minggir! Gue buru buru!" Ashel berjalan ke arah kanan namun cewek itu kembali menghadangnya dengan ikut bergeser ke kanan. Ashel berjalan kembali ke arah kiri, dan cewek itu ikut ke arah kiri.
