Mencintaimu itu seperti warna putih. Namun, jika dibiaskan akan berwarna indah layaknya pelangi
.
.
.
.
.
"Shel bangun" Ucap Mama Anin di depan pintu kamar putrinya. Ia mengetuk pintu beberapa kali, pasti anak gadis nya masih tertidur lelap. Tidak biasanya juga pintu kamarnya terkunci seperti ini.
Ashel terusik, ia membenarkan posisinya menjadi tengkurap dengan wajah yang ia sengaja tenggelamkan di bawah bantal. Ini hari minggu, siapa yang ingin di ganggu di hari weekend seperti ini? Itu sebabnya ia mengunci pintu kamar, karena Ashel punya filing jika mamahnya pasti akan mengganggu tidurnya dengan beralasan banyak hal.
"CEPET BANGUN! ADEL UDAH NUNGGU TUH KASIAN"
Ashel membulatkan matanya sempurna ketika mendengar satu nama itu. Untuk apa Adel datang sepagi ini? Semalam memang Ashel mengajak Adel untuk berjoging, tapi Adel menolaknya karena ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan katanya.
Ashel mengibaskan selimut yang menutupi tubuhnya, pasti cewek itu mengerjainya semalam.
Dengan berjalan gontai Ashel membuka pintu dengan wajah yang menahan rasa kantuk.
Mama Anin melongo melihat penampilan anak gadisnya. Rambut yang acak acakan, wajah yang kusam membuat bu hana bergidik.
"Yaampun anak perawan mamah" Pekik Mama Anin.
"Jelek banget sih" Tambah nya
Ashel menatap mamahnya tidak percaya. "Mamah kok ngomong nya gitu sih!" Ucap Ashel merenggut sebal.
"Habisnya muka kamu berantakan banget, kayak orang gak mandi seminggu" Tutur Mama Anin.
Ashel meringis, ia melirik ke arah sekitarnya memastikan bahwa Adel tidak melihat keadaannya setelah bangun tidur.
"Adel nunggu di depan tuh lagi main bola sama dava! Cepat sana mandi, Adel pasti malu bawa kamu dengan penampilan seperti ini"
"Mamah" Rengek Ashel.
Mama Anin hanya terkekeh kecil lalu pergi menuju dapur.
***
Pagi ini cuaca begitu bersahabat bagi dua orang sepasang kekasih yang sedang lari pagi di taman belakang kompleks. Pagi yang masih melihatkan langit biru dengan sinar oranye tidak terlalu terang. Suasana hari minggu ini di taman tidak terlalu ramai. Entahlah mungkin pengunjung lebih suka joging saat matahari lebih mulai naik.
"ADELL!"
Wanita dengan menggunakan kaos putih polos dan celana trening abu, menengok ke arah belakang. Tepat pada Ashel yang tertinggal jauh.
"Tungguin gue" Ashel berlari menuju Adel dengan terengah-engah. "Jangan cepet cepet larinya dong" Keluhnya.
"Makanya kalo lari jangan lelet" Cibir Adel.
Ashel memutar bola matanya, ia menimpuk kepala Adel dari belakang. "Lo kan anak bandel! Sedangkan gue anak baik rajin, pasti gue lebih perasa dan lemah lembut" Maki Ashel
"Kasar banget lo jadi cewek" Hardik Adel
"Gini gini juga lo suka" Ucap Ashel dengan pede.
"Iyain aja dah"
"Udahan aja yuk" Usul Ashel membuat dahi Adel berkerut.
"Kok gitu? Kalo cape sini gue gendong aja" Adel membungkuk di hadapan Ashel. "Naik" Perintahnya.
Bukannya naik Ashel malah mendorong tubuh Adel hingga cewek itu tersungkur ke tanah.
"Gak usah Modus lo" Tungkas Ashel.
