03

69 14 6
                                        

Nayeon tengah menyiapkan hidangan makan malam. Sembari memasak dia sesekali melihat jam untuk memastikan pukul berapa sekarang ini.

Lagi-lagi Nayeon berhenti memasak untuk sejenak. Ya lagi-lagi, karena sedari tadi dia selalu berhenti memasak secara tiba-tiba. Entah mengapa tangannya selalu berhenti bekerja ketika otaknya sedang memikirkan hal lain.

Hingga pada akhirnya sang suami pulang dari kantor.

"Hmm... Harum sekali" pria itu mendekati dapur.

"Maaf makan malam nya belum siap. Kau tau kan fokusku kadang-kadang hilang"

"Ya tidak apa-apa. Toh aku belum terlalu lapar"

"Benarkah? Syukurlah" Nayeon tersenyum.

"Kalau kau sedang tidak fokus sebaiknya berhenti memasak dulu, bahaya kalau dilanjutkan" saran pria tampan itu.

"Tidak apa-apa. Toh aku hanya sedang menghangatkan sup"

"Tetap saja tidak boleh" tangan panjangnya mematikan kompor yang sedang digunakan Nayeon untuk memasak.

"Bagaimana kalau kau menghangatkan suasana saja. Aku akan membantumu" lanjutnya yang kemudian menatap wanita itu dalam.

Nayeon mengalungkan tangannya pada leher suaminya dan menjawab.

"Menghangatkan mu"

Pria itu tentu saja langsung bersemangat. Beberapa bulan ini istrinya sangat jarang menggodanya dan menginginkannya. Mungkin sekarang hubungan mereka akan kembali ke masa-masa dulu.

Setelahnya hanya ada pengungkapan cinta dan suara lenguhan.




🍃



Di hari terakhir pada minggu ini Nayeon baru saja mengikuti meeting di kantor nya. Dia sedang berjalan keluar dari ruangan bersama beberapa temannya sebelum tiba-tiba dipanggil dan ditanyai oleh atasannya.

"Nyonya Im"

"Ya direktur?"

"Departemen mu yang akan mengambil alih projek ini kan? Kapan pertemuan nya?"

"Benar. Kami akan melakukan pertemuan sore ini dan dilanjutkan makan malam" jawab Nayeon sambil tersenyum.

"Baiklah, lakukan pendekatan dengan santai tapi harus tetap progresif"

"Ya"

"Kalau begitu semoga berhasil"

"Terimakasih direktur Kim"

Setelah nya pria jangkung itu kembali berjalan cepat diikuti sekretaris nya.

"Sepertinya direktur Kim hanya mau mengobrol dengan orang yang memiliki jabatan tinggi saja" Dahyun menggerutu.

"Jadi aku memiliki jabatan tinggi?"

"Ya, kau kepala departemen"

"Baginya kepala departemen adalah jabatan rendah. Beliau kan seorang direktur. Jadi asumsi mu itu tidak benar"

"Ah berarti direktur Kim hanya menyukai pegawai yang berpenampilan menarik"

"Menurut mu kau tidak menarik? Dahyun, kau cantik" Nayeon memuji rekan kerjanya itu.

"Tapi kau lebih cantik. Semua orang selalu tersenyum ketika melihatmu, termasuk direktur Kim. Sepertinya beliau menyukaimu"

"Kau bilang semua orang selalu tersenyum padaku. Berarti yang menyukai ku bukan hanya direktur Kim" ujar Nayeon yang tak ingin terus diduga.

"Sudah ayo ke ruang kerja" ajak Nayeon.

"Ke kantin saja. Sebentar lagi waktunya istirahat makan siang "

𝚁𝚎𝚠𝚒𝚗𝚍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang