31

40 6 0
                                        

Setelah sarapan kini Nayeon dan Taehyung tengah duduk bersantai di ruang tengah sembari menonton siaran televisi. Nayeon terlihat mengupas buah mangga sebagai pencuci mulut.

Sedangkan Taehyung mengambil buah jeruk kemudian mengupasnya.

"Tae?"

"Ya?" jawab pria itu masih menyelesaikan kupasan buah jeruk.

"Bagaimana kalau kita melanjutkan program kehamilan yang sempat tertunda. Atau mungkin program bayi tabung?"

Taehyung diam.

"Aku tau situasinya kurang tepat karena kita juga harus membantu biaya pengobatan Yuju. Tapi kita bisa menggunakan uang tabunganku" lanjut Nayeon karena suaminya tak merespon.

"Ibuku sudah tak akan memaksamu. Kau tenang saja" jawab Taehyung.

Bukan jawaban seperti itu yang ingin Nayeon dengar...

"Ini bukan karena ibumu, aku yang ingin memiliki bayi. Aku tak bisa tenang, martabatku sebagai seorang perempuan sedang dipertaruhkan" jelas Nayeon agar Taehyung bisa memahami posisinya.

"Aku tau. Aku pun ingin memiliki bayi. Tapi... huft... pikiranku sedang rumit. Aku terlihat tenang tapi sebenarnya isi kepalaku sedang bercabang kemana-mana. Aku memiliki masalah yang sangat sulit untuk diselesaikan" tutur Taehyung.

"Kita bisa mencoba memiliki bayi setelah masalahku selesai. Aku takut masalahku akan mempengaruhi anak kita kelak"

"Kau memiliki permasalahan? Kenapa aku tak tau? Kenapa kau tidak memberitahuku?" tanya Nayeon memojokkan.

"Karena ini masalahku, aku harus menyelesaikannya sendiri. Aku tak mau kau-" Taehyung tak melanjutkan perkataannya.

Karena Taehyung tak berniat memberitahu permasalahannya Nayeon pun menyela perkataan pria itu. Nayeon berpikir itu hanya akal-akalan Taehyung untuk menghindar saja.

"Pokoknya aku mau melakukan program bayi tabung. Apa sulitnya untukmu? Disini aku yang akan melalui banyak proses, bukan kau"

"Nay..."

Nayeon kesal dengan Taehyung. Dia memilih meninggalkan pria itu dan mengunci diri di kamar.

Aksi mengunci diri berlangsung hingga sore hari. Bahkan wanita itu melewatkan makan siangnya. Taehyung sudah membujuk berkali-kali namun Nayeon tak kunjung membuka pintu dan keluar dari dalam kamar.

"Nay, kau benar-benar tak akan keluar? Ya sudah terserah. Aku akan ke rumah sakit. Aku lelah membujukmu yang kekanak-kanakan seperti ini" Taehyung bersikap acuh karena merasa lelah.

Setelah itu tak ada suara.

.

Beberapa saat kemudian Nayeon juga teringat Yuju. Dia ingin menjenguk Yuju karena hari ini dia belum menjenguknya. Sepertinya itu yang membatalkan aksinya untuk mengunci diri.

.
.


Disinilah Nayeon, rumah sakit. Sekarang dia sedang mengetuk pintu untuk masuk. Dan Nayeon menyesal, saat ini mood nya sedang buruk, tapi dia malah bertemu ibu mertuanya.

"Mama Nayeon" panggil Yuju.

Nayeon berusaha tersenyum pada balita itu.

"Kenapa baru kesini?" tanya Yuju merengek.

"Maaf... tapi kau tidak rewel kan?"

"Tidak"

"Taehyung sedang mengantar Yunji ke Suwon" ujar Seomin memberitahu.

"Ada sesuatu yang ingin kukatakan. Ayo keluar sebentar" lanjutnya.

Nayeon memiliki firasat buruk.

"Yuju, aku keluar sebentar ya" pamit Nayeon pada balita itu. Setelah mendapat persetujuan dari Yuju Nayeon pun keluar mengikuti ibu mertuanya.

𝚁𝚎𝚠𝚒𝚗𝚍Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang