Follow sebelum baca!!
°
°
°
"Astaghfirullah, lo ngapain di sini, Ar!" teriak Anara menarik paksa selimut yang dipakai semalaman olah nya dan juga laki-laki itu.
Kakinya perlahan mundur ketakutan dengan apa yang sudah diperbuat oleh laki-laki terse...
Apa kabar kalian? Semoga selalu baik dan sehat-sehat aja.
Kalian nunggu cerita ini gak sih? Maaf ya, aku lama updated lagi nya.
Warning!!
Vote dan komen kalau kalian suka sama cerita ini dan tambahin ke perpustakaan kalian buat gak ketinggalan update terbarunya. And terakhir aku mohon jangan bawa-bawa nama tokoh lain atau cerita lain di lapak aku, hargai author ya, xixixi
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Ngehhh ....” lenguh Anara membuka perlahan matanya melirik ke seluruh penjuru kamar, tetapi seketika dia membulatkan netra hazel nya melihat sosok laki-laki tampan di sebelahnya.
“Astagfirullah, lo ngapain di sini, Ar!” teriak Anara menarik paksa selimut yang dipakai semalaman oleh mereka berdua.
Kakinya perlahan mundur ketakutan dengan apa yang sudah diperbuat oleh laki-laki itu. Anara seakan lupa bahwa dia lebih dulu memeluk Arkan semalam, setelah kepergian kedua orang tuanya.
“Marpuah, gue suami lo. Ya, wajarlah satu ranjang!” dengus Arkan menetralkan otot-ototnya.
“Dan jangan lupa semalam lo duluan yang peluk gue sambil nangis,” sambungnya setelah merasa matanya terbuka sempurna.
“SUAMI?”
“OH IYA, GUE KAN NIKAH KEMARIN SAMA DIA” “BISA-BISANYA GUE LUPA”
Di seberang sana rumah kediaman Dewa, dia penasaran dengan temannya yang baru saja melepas lajang. Namun, beda lagi Arkan justru menatap malas chat darinya.