20 || 156 Hari

96 2 0
                                        

Matahari menampakkan dirinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Matahari menampakkan dirinya. Suara burung berkicau sangat merdu mengalun membuat melodi. Sepasang suami istri masih menutup mata mereka. Jika hari sebelumnya mereka akan tidur dibatasi oleh bantal guling, beda dengan saat ini keduanya menempel bak prangko.

Suara alarm tidak kalah kencang berbunyi seperti burung. Sudah tiga kali sosok gadis mematikan benda mati berbentuk beruang. Namun, matanya kembali terpejam seakan tidak terganggu.

Kali ke empat jam weker itu mengeluarkan suara, saat itu juga seorang lelaki terbangun. Nikmat mana lagi yang engkau dustakan, saat lelaki itu membuka matanya perlahan sosok yang pertama kali dilihat adalah sang istri.

Cantik, manis, menggemaskan. Tiga kata itu yang menggambarkan dirinya saat memandang wajah sang istri. Hidung mancung, lesung pipi, pipi chubby, alis lentik, dan wajah bulat. Sangat sempurna bukan? Sungguh lelaki itu sangat amat bersyukur bisa memilikinya.

Puas memandangi sang istri. Perlahan dia menarik lengan yang dijadikan bantal oleh istrinya. Setelah berhasil melepaskan tangan melilit pinggangnya, lelaki itu berjalan menuju kamar mandi.

Waktu menunjukkan pukul 06.13 wib, masih sangat pagi. Namun, bagi lelaki tadi itu sudah kesiangan. Dia baru ingat akan suatu hal dan harus buru-buru pergi.

Tidak ada niat untuk membangun sang istri lebih dulu. Lelaki yang sudah lengkap dengan pakaian olahraga itu menuruni anak tangga. Sampai di depan pintu utama lelaki itu mengeluarkan kuda besi kesayangan, lalu melenggang pergi.

~~~

Di dalam kamar, Anara masih bergulat dengan selimut tebal. Tangannya meraba-raba ke samping kiri. Merasa tidak ada sesuatu di sana. Jari-jarinya mengucek pelan kedua kelopak mata dan perlahan membuka.

Kosong, di sampingnya tidak ada siapapun. Seingatnya tadi malam dia tidur dengan sang suami. Namun, ke mana dia? Mengapa sepagi ini sosok itu sudah tidak ada?

"Ke mana sih? Kok, gak bangunin gue," gerutunya menerawang ke seluruh isi kamar. Pikirnya masih positif. Mungkin suaminya ada di kamar mandi.

Turun dari atas ranjang, Anara berlalu ke kamar mandi mencari suaminya, Arkan. Namun, tidak ada tanda ada orang di dalam. Memanggil pun tidak ada jawaban. Dengan sedikit keberanian dia membuka pintu itu, beruntung tidak terkunci.

"Kosong," ujar Anara saat sudah masuk ke dalam sana.

"Mungkin di ruang ganti," sambungnya berlalu ke sana. Akan tetapi, lagi-lagi tidak ada.

Sudahlah Anara malas mencari, walaupun dia khawatir kemana Arkan pergi. Namun, ada perasaan kesal saat tahu dirinya tidak di ajak pergi.

Mengabaikan Arkan yang menghilang pagi hari, Anara merebahkan tubuhnya kembali. Sebelum itu dia menyalakan televisi mencari kartu favoritnya. Dua botak yang sangat menggemaskan menurut Anara.

ARKANARA {Sahabat Tapi Menikah} Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang