Follow sebelum baca!!
°
°
°
"Astaghfirullah, lo ngapain di sini, Ar!" teriak Anara menarik paksa selimut yang dipakai semalaman olah nya dan juga laki-laki itu.
Kakinya perlahan mundur ketakutan dengan apa yang sudah diperbuat oleh laki-laki terse...
Sama nih, kaya Arkan seperti akan mulai posesif 🤣🤣
Enjoy sama ceritanya (•‿•)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suara azan berkumandang begitu keras, pasangan suami istri terbangun dari lelapnya tidur. Keduanya memandang satu sama lain sebelum beranjak untuk wudhu.
Lima menit mengumpulkan nyawa masing-masing, Arkan dan Anara bergantian ke kamar mandi. Di awali dengan Arkan, setelah berwudhu dia menggelar sajadah sambil menunggu istrinya.
Hampir setengah tahun menikah, Arkan dan Anara sudah melakukan shalat berjamaah dari beberapa hari setelah sah menjadi pasang. Awal-awal merasa aneh dengan ritual seperti itu. Namun, lambat laun terbiasa dan sudah menjadi suatu kewajiban.
"Anara cepetan keburu abis waktunya!" teriak Arkan menunggu istrinya terduduk di atas tempat sujud.
Anara membuka pintu kamar mandi, lalu berjalan mendekatinya, "Sabar dong dikata gue cuci muka kali!"
"Sabar banget gue nunggu lo hampir 30 menit." Arkan mengelus dadanya dengan berucap dramatis.
"Alih cimi sepilih minit jigi." Arkan mengulang ucapannya dengan nada mengejek, "Matamu 10 menit!" Arkan mengagetkan dengan suara mengeras.
"Liat tuh, udah jam berapa." Arkan mengulurkan tangannya menunjuk ke arah jam dinding, "Udah jam 5."
"Hehehe, udah ayo shalat." Anara terkekeh saja kala melihatnya.
Perdebatan selesai, mereka melangsungkan shalat subuh dengan khusus, karena ini berjamaah Anara sejajar dengan saf Arkan.
***
Seseorang membawa sapu ijuk ditangannya, bergegas ke salah satu kamar. Saat tiba di depannya orang itu langsung masuk. Namun, dari sorot mata dan wajahnya seperti sedang marah.
"Dewa, bangun kebo banget kamu ya!" teriak wanita berumur hampir setengah abad memukul benda yang dia pegang ke bagian bawah kasur.
"Buruan bangun!" Sambil terus berteriak wanita tersebut memukul lebih keras.
Lelaki bernama Dewa mengerjapkan matanya, sambil menutup kuping, karena bisingnya suara.
"Bun, berisi!" teriak Dewa ingin mengambil sapunya.
"Bun, Bunda ... udah berisik!"
"Buruan bangun, Dewa!" teriak Helena ibunya dengan nada lebih tinggi membuat heboh seisi rumah.