11 || Keanehan

98 3 0
                                        

Allooo semuanya 👋

Part kali ini segini dulu, nanti aku bakal update lagi beberapa hari ke depan.

Semoga kalian suka

Warning!!

Vote dan komen kalau kalian suka sama cerita ini dan tambahin ke perpustakaan kalian buat gak ketinggalan update terbarunya. And terakhir aku mohon jangan bawa-bawa nama tokoh lain atau cerita lain di lapak aku, hargai author ya, xixixi

 And terakhir aku mohon jangan bawa-bawa nama tokoh lain atau cerita lain di lapak aku, hargai author ya, xixixi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Pukul 06.45 pagi, kedua pasangan baru keluarga Alexander menyelesaikan sarapannya. Setelah banyak sekali drama. Tangan Anara berdarah lah, kolor hello kitty Arkan, dan drama membersikan luka ditangan Anara.

Seragam sekolah lengkap serta tas tersangkut dipundak masih-masing. Anara berjalan lebih dulu menunggu Arkan tengah memasang sepatu.

"Ar, buruan gue ada piket kelas!" teriak Anara menarik paksa pintu mobil yang terkunci.

"Sabar, lo gak bilang kalau ada piket." Arkan berlari ke arahnya dan membuka pintu itu.

"Lupa baru inget tadi," jawab Anara cengengesan memasang set belt.

"Pikun." Arkan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Pasalnya, selalu begitu Anara lupa akan jadwalnya. Memang selain cengeng, Anara pelupa tingkat akut. Baru beberapa detik aja dia bisa lupa. Entahlah, otaknya bagaimana bisa seperti itu.

Mempunyai suami seperti Arkan memang sangat beruntung. Selain baik, tampan, soleh, jago bela diri, dia juga sangat perhatian.  Buktinya saja hati Anara perlahan luluh dengan perhatian kecil Arkan.

SMA SAGITARIUS

Sebuah mobil berwarna hitam baru tiba di parkiran SMA Sagitarius. Sudah cukup ramai murid-murid berlalu-lalang. 10 menit, Arkan dan Anara menempuh perjalanan menuju sekolah.

"Ar, gue duluan," pamit Anara buru-buru turun berlari ke arah kelasnya. Namun, tangannya di cekal oleh Arkan.

"Sama gue juga." Arkan menggenggam tangan mungil istrinya sang empu hanya bisa pasrah.

Semenjak menikah perlakuan Arkan semakin manis. Lebih manis saat mereka bersahabat. Terkadang Anara sampai risih, tetapi dia juga senang.

Kelas 11 MIPA 2 cukup jauh. Pasalnya, ada di lantai dua. Memang, semua kelas 11 ada di sana.

Sepanjang perjalanan menuju kelas. Anara terus mengoceh seakan tidak ada habisnya topik yang dia bahas. Arkan begitu antusias menyahuti obrolan Anara. Bahkan dia sangat gemas.

Tanpa sepengetahuan keduanya. Sedari tadi ada yang terus mengikuti mereka. Seakan seperti penguntit.

"Liat. Tangan Arkan gak lepas genggam Anara terus. Gak biasanya tuh cowok segitunya sama Anara. Ya, walaupun emang mereka deket banget. Tapi dari tatapan mereka itu kaya beda," ucap gadis dengan bandana biru.

ARKANARA {Sahabat Tapi Menikah} Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang