Follow sebelum baca!!
°
°
°
"Astaghfirullah, lo ngapain di sini, Ar!" teriak Anara menarik paksa selimut yang dipakai semalaman olah nya dan juga laki-laki itu.
Kakinya perlahan mundur ketakutan dengan apa yang sudah diperbuat oleh laki-laki terse...
Gimana kabar kalian? Semoga selalu baik dan happy terus ya.
Cuaca di sana gimana? Kalau di sini panas alhamdulilah.
Absen dong, kalian dari mana aja? Me dari Cirebon 👶
Maaf ya, baru update lagi, ternyata ada yang nungguin juga dong cerita ini, kemarin-kemarin ada yang DM aku.
Part kali ini lebih panjang, karena ada yang bilang kalau dikit banget part-nya. So, ini aku tambahin, xixixi.
Warning!!
Vote dan komen kalau kalian suka sama cerita ini dan tambahin ke perpustakaan kalian buat gak ketinggalan update terbarunya. And terakhir aku mohon jangan bawa-bawa nama tokoh lain atau cerita lain di lapak aku, hargai author ya, xixixi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
10 menit kemudian, Arkan baru saja ingin meneriaki Anara terpaku oleh sosok gadis memakai baju over size panjang, rok mini, dan rambut yang dibiarkan terurai bebas hingga sepinggang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kaya gini model baju yang di pake Anara, cantik pastinya dong?
Polesan make up tipis-tipis menambah tingkat kecantikan gadis itu. Dia adalah Anara yang mulai mendekat ke arah Arkan dan juga Rani.
"Lalet masuk." Anara dengan jahil menutup mulut Arkan hingga membuat sang empu terperanjat.
Gelat tawa renyah Anara terdengar mengejek Arkan. Rani yang berdiri di sebelah anaknya itu menahan tawa.
Arkan yang sadar dengan tingkah konyolnya, mengalihkan pandangannya ke jam yang menempel di pergelangan tangannya.
"Lo telat 45 detik, liat apa yang bakal gue lakuin nanti setelah nikah." Arkan berjalan cepat meninggalkan dua wanita berbeda usia itu.