51 || Terbongkar?

125 4 0
                                    

"Aku gak bisa, Ar." Anara berdiri dan pergi dari sana.

"Ra, kita harus udahin semuanya. Aku gak mau hubungan kita makin hancur dan kamu sama aku juga tersakiti lebih dalam." Arkan mengejar Anara agar gadis itu tidak pergi.

"Tersakiti lebih dalam maksundnya apa?" Rani yang baru saja menuruni tangga menatap menantu dan anaknya silih berganti.

Mendenger pertanyaan itu membuat Arkan dan Anara membisu. Mereka tidak menyangka sang mama ada di sana. Lalu bagimana ini, apakah semuanya harus terbongkar saat ini.

Melihat tidak ada pergerakan dari keduanya Rani semakin yakin bahwa ada sesuatu hal dengan keduanya.

Rani menghembuskan napasnya kasar, "Ikut mama kita omongin ini sama-sama." Rani meninggalkan mereka menuju ruang keluarga.

Arkan mengangguk begitu juga dengan Anara, tetapi sebelum mereka menyusul Anara menatap Arkan dalam sambil menggeleng pelan pertanda tidak boleh Arkan berkata jujur.

"Gak, Ra, ini udah saatnya mama tau dan aku siap apapun konsekuensinya nanti." Arkan berkata yakin, lalu meninggalkan Anara.

'Kalau mama kenapa-kenapa aku bakal ngerasa bersalah banget'  Anara menghembuskan napasnya kasar.

***

Kini, di ruang keluarga bernuansa putih tulang dengan ornamen moderen menambah kesan mewah tempat itu.

Terdapat kursi melingkar dengan meja kecil ditengahnya. Di sisi kiri ada beberapa foto keluarga Arkan dan pernikahan Anara. Di sebelah kanan terdapat lemari kaca berisi buku novel koleksi Rani.

"Jadi, ada masalah apa kalian berdua?" Rani menatap dingin dua orang dihadapannya.

"Enggak ada masalah apa-apa, Ma," jawab Anara tersenyum manis.

"Terus tadi kenapa Arkan bilang gitu dan kamu tadi mau pergi ke mana?" Rani menatap dalam menantu yang dianggap anak sendiri.

"Kita lagi bercanda dong tadi, Ma," sahut Anara masih dengan senyumannya.

"Iya, kan, Ar." Anara melirik Arkan agar meyakinkan Rani bahwa semuanya baik-baik saja.

"Stop, Ra, aku udah gak bisa mainin drama ini lagi!" teriak Arkan membuat dua wanita di sana terlonjak kaget.

"Arkan, turunkan nada bicara kamu!" bentak Rani menatap tajam putra satu-satunya itu.

"Maaf, Ma." Arkan menghembuskan napasnya kasar, sambil meraup wajahnya kasar.

Suasana hening seketika terjadi di ruangan itu. Orang-orang di tempat tersebut sibuk dengan pikiran masing-masing.

"Jadi, ada apa dengan rumah tangga kalian?" tanya Mama Rani memecahkan keheningan yang terjadi.

~~~

TBC!!

Part-nya tipis-tipis dulu aja ya, kalau rame aku langsung update lagi kelanjutan.

See you next part👋

Salam manis dari aku uculmarkucul_

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 30, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ARKANARA {Sahabat Tapi Menikah} Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang