39 || Cowok Brengsek

55 0 0
                                    

Gak mau banyak omong, langsung baca aja deh.

Enjoy sama ceritanya 🌻




Kenaikan kelas akan segara di mulai dua Minggu lagi. Semua murid begitu antusias melakukannya.

Bagaimana tidak, libur panjang akan segera tiba bukan?

Banyak dari mereka memilih belajar bersama. Katanya, agar bisa berdiskusi dan lebih enak memahami materi, apalagi kalau belajar dengan penyemangat kita.

Mas crush maksudnya, hehehe.

Sama dengan lainnya. Arkan dan sahabatnya mines Anara akan belajar di rumah Ratu. Tadi, saat para guru memberi tahu jadwal ujian mereka langsung sepakat membuat jadwal belajar. 

Anara, gadis itu berlatih sendiri. Toh, sekarang dia terbiasa apa-apa sendiri.

Sepulang sekolah Arkan juga ketiga kawannya bergerak cepat ke rumah Ratu. Tidak terlalu jauh. Butuh 15 menit perjalanan. Namun, karena perdebatan Arkan juga Ratu mereka memakan setengah jam.

Tadi, di gerbang sekolah mereka bertemu Anara tengah menunggu jemputan. Saat itu juga Ratu berniat mengajaknya ke rumah. Akan tetapi, Ratu kalah debat oleh Arkan.

Di sinilah mereka sekarang. Taman keluarga Sofia.

Arkan, Ratu, Rafly, dan Dewa fokus pada buku paket masing-masing. Sesekali bertanya satu sama lain kala tidak mengerti dengan soal-soal.

Hal biasa berdiskusi seperti ini, karena keempatnya sudah sering melakukan dari jaman SMP.

Langit cerah berubah menjadi gelap. Pertanda mereka cukup lama bergulat dihadapan buku dan kisi-kisi soal.

Pukul 18.45 wib, keempatnya baru saja shalat Maghrib bersama-sama lalu dilanjutkan dengan makan.

Gerakan jarum jam terus berjalan. Tidak terasa malam semakin larut. Mereka begitu menikmati kebersamaan yang lama tak terjalin.

Hingga tepat keadaan hening karena lelah membahas hal apapun tadi. Suara seseorang memecahkan keheningan yang terjadi.

Arkan tengah membalas pesan dengan gadisnya. Rafly dan Dewa bermain game online bersama. Ketiganya menghentikan kegiatan itu.

Suasana menegang menusuk ke kulit,  menerobos masuk ke dalam tulang-tulang. Seperti akan ada pertempuran besar. 

"Ar, gue kecewa banget sama sikap lo ke Anara akhir-akhir ini. Bukan hanya gue aja, tapi Rafly Dewa juga sama kecewanya," ujar Ratu diangguki kedua lelaki itu.

"Cuma kekecewaan kita bertiga bukan hal penting buat gue bahas malam hari ini," sambungnya.

"Terus," ujar Arkan masih belum mengerti arah bicara Ratu ke mana.

ARKANARA {Sahabat Tapi Menikah} Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang