43 || Amarah Dewa

46 4 0
                                    

Enjoy sama ceritanya 🌻

Maaf kemarin aku gak update karena sibuk banget belajar buat SNBT.  Cuma aku usahain buat update setiap hari dan 1 part perhari.

Eh, iya. Part 1-7 udah aku revisi. Part selanjutnya juga bakal aku revisi pelan-pelan. Semoga kalian gak terganggu kalau aku revisi.

Kalian lebih suka aku update malem, siang, pagi, atau sore?

Komen ya, biar aku tau kalian suka baca wattpad itu jam berapa.

Komen ya, biar aku tau kalian suka baca wattpad itu jam berapa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Ngehh ..." Lenguhan itu terdengar dari sosok gadis di balut seragam sekolah.

Matahari yang telah menampakkan rona kekuningan membuat tidurnya terganggu. Kicauan burung di pagi hari menyapa memasuki gendang telinganya.

Netra hazel itu perlahan membuka dengan sempurna. Dapat dia lihat pertama kali adalah suasana tempat yang terbilang asing dia lihat di pagi hari.

Di mana ini? Pertanyaan itu yang pertama kali terbesit di otak gadis manis berpipi chubby.

Sejenak memory kepalanya berputar di kejadian beberapa jam yang lalu. Saat gadis itu mulai mengingatnya dia menepuk jidat sambil mencebikan bibirnya. Terlihat sangat menggemaskan bagi yang melihat dia, tetapi sayangnya di sana tidak ada siapapun.

"Ya ampun, gue gak pulang malam ini," ujarnya menggerakkan tubuhnya supaya duduk dengan tegak.

Na'as, semuanya terasa sakit dan kaku. Bagaimana tidak, dia semalaman tertidur di bangku taman tanpa alasan apapun.

"Huwaa ... sakit banget badan gue!" jeritnya dengan bersamaan bulir air mata yang mengalir membasahi wajahnya.

"Bodoh Anara kenapa lo malah tidur di sini coba. Liat sekarang, badan lo kaku gini," omelnya pada diri sendiri.

Memang semalam setelah dia menutup mata dan hujan turun dengan derasnya. Anara memilih tidak untuk pulang dulu sampai hujan reda. Dia ingin menikmati ciptaan Tuhan yang terkadang di benci oleh beberapa orang.

Setidaknya menurut Anara hujan adalah teman saat dirinya menangis. Dengan itu dia bisa menumpahkan perasaannya tanpa ada yang tahu. Dengan itu juga dia bisa mengingat masa kecil begitu bahagia bersama lelaki di cintainya.

Di mana saat itu dia merasa paling bahagia mempunyai sosok lelaki baik, menjadikan dia ratu, pelindung saat dirinya di caci oleh banyak orang, dan cinta pertama dia.

"Hari ini ada class meeting." Anara melirik ke arah arloji menengker di pergelangan mungilnya. Kemudian dia mencoba untuk bangkit lagi.

Lagi, dia gagal dan kembali terjatuh ke atas kerasnya kayu. Semakin sakit rasanya punggung dirinya.

Di lain tempat.

Tiga orang murid SMA Sagitarius baru saja memasuki pekarangan parkiran sekolah. Turun dengan elegan, ketiganya berjalan menghampiri sosok lelaki baru saja tiba juga.

ARKANARA {Sahabat Tapi Menikah} Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang