Selamat tahun baru para kesayangan aku♡
Semoga tahun ini banyak kabar baik dan kebahagiaan yang datang,
Semoga kalian selalu sehat.
Enjoy sama ceritanya 🌻💛

"Mau ngomong apa?" Anara menarik paksa tangannya setelah tiba di kolam berenang samping rumah.
"Duduk dulu, Ra." Arkan menepuk tempat kosong disampingnya.
Anara menurut dan duduk di sana. Keduanya duduk di dekat kolam renang dengan kaki mereka masuk ke dalam air.
Semilir angin menerpa wajah cantik Anara. Gadis tanpa polesan make up itu menatap ke depan dengan pandangan kosong serta pikiran campur aduk.
Arkan, lelaki itu mengatur napas sebelum mengeluarkan apa yang ingin dia sampaikan.
Angin yang dingin di tempat itu tidak terasa karena kecanggungan pasutri ini.
"Ra, kita udahin drama ini aja," ujar Arkan dengan tatap serius.
Anara mendengar itu sontak memalingkan wajahnya menghadap Arkan dengan mimik bingung.
"Aku udah muak sama ini semua dan aku tau kamu juga ngerasain hal itu, Ra," sambung Arkan.
"Aku udah gak sanggup liat kamu sedih dan aku cuma diem kaya orang bodoh. Udah cukup perjuangan kamu beberapa bulan ini."
"Setiap aku liat kamu nangis aku ngerasa gagal jadi suami kamu, apalagi beberapa bulan ini liat kamu secara langsung dipermalukan satu sekolah."
"Aku bodoh, Ra, aku gak becus jadi suami." Arkan memukul dadanya sendiri hal itu membuat Anara panik.
Tangan kecil Anara mencoba menarik lengan kekar Arkan, walaupun susah karena tenaga Anara kalah banyak dia tetap mencoba terus.
"Apa yang Dewa bilang di sekolah semuanya bener. Aku cowok brengsek, jahat, gak becus, bajingan. Semua kata-kata kasar gak akan bisa menjabarkan sikap aku," sungut Arkan.
"Stop. Gak usah dengerin omongan orang yang gak tau kejadian sesungguhnya, Ar!" teriak Anara mendelik tajam.
"Mereka hanya penonton kita yang tau semuanya!"
"Kalau mau nyalahin diri sendiri terus kaya tadi mending kita gak usah ngomong!" Anara kembali duduk seperti semula dan membiarkan apapun yang akan Arkan lakukan.
"Mending aku juga pulang." Anara berniat bangkit, tetapi tubuhnya lebih dulu diterjang oleh Arkan.
Arkan merengkuh tubuh mungil Anara erat. Anara mendapatkan serangan tiba-tiba pun awalnya merasa tidak nyaman berada di pelukan Arkan, tetapi ada rasa yang kembali muncul dan meminta untuk membalas pelukan itu.
Iya, Anara melingkarkan tangannya di pinggang Arkan cukup kencang.
Pelukan ini, debaran jantung, perasaan ini semua yang dia rindukan karena sejak dua bulan Anara dan Arkan sudah tidak satu rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARKANARA {Sahabat Tapi Menikah}
RomanceFollow sebelum baca!! ° ° ° "Astaghfirullah, lo ngapain di sini, Ar!" teriak Anara menarik paksa selimut yang dipakai semalaman olah nya dan juga laki-laki itu. Kakinya perlahan mundur ketakutan dengan apa yang sudah diperbuat oleh laki-laki terse...
