8 || Gara-gara Moli

139 4 0
                                        

Allooo semuanya 👋

Aku update insya Allah tiap hari ya, tapi gak janji. Xixixi

Kalian bakal gimana kalau dijodohin sama sahabat sendiri? Terima-terima aja, atau nolak? Komen ya, aku pengen tau perasaan kalian gimana.

Warning!!


Vote dan komen kalau kalian suka sama cerita ini dan tambahin ke perpustakaan kalian buat gak ketinggalan update terbarunya. And terakhir aku mohon jangan bawa-bawa nama tokoh lain atau cerita lain di lapak aku, hargai author ya, xixixi

Senja sudah berganti langit malam yang cantik bertabur bintang. Semilir anginnya membuat siapa saja merasa betah ada di luar. Dua sejoli tengah termenung menikmati pemandangan malam di atas balkon.

"Ar, gue pengen telur gulung." Anara menarik-narik ujung kaos Arkan dengan senyum manis. Dia harus bisa membuat Arkan membelikannya, apa lagi ini sudah hampir larut malam.

"Ar, ayo dong mau telur gulung," pintanya lagi berdiri tepat di hadapannya, matanya mulai berkaca-kaca.

"Tunggu di sini jangan keluar rumah." Arkan bangkit menyambar kunci motor dan jaketnya.

Anara melebarkan senyumannya. Hatinya senang, tidak begitu sulit ternyata membujuk suaminya itu. Pura-pura akan menangis akan menjadi cara Anara menaklukkan Arkan.

Bukan Anara namanya, kalau di suruh menurut begitu saja, apa lagi di suruh oleh suaminya itu. Buktinya sekarang, gadis itu sudah ada di luar rumah. Katanya bosan menunggu Arkan pergi di dalam kamar sendirian.

Rumah yang mewah berlantai dua hanya di tempati oleh Anara dan juga Arkan. Pembantu di rumah pulang pergi kerjanya. Satpam mereka ada di depan berjaga di sana. Sedikit takut memang, makanya Anara lebih memilih menunggu di luar saja. Takut-takut kalau ada setan atau apa pun itu dia bisa lari, kata Anara begitu.

Kevin, laki-laki itu sudah pergi ke Bandung lima hari yang lalu. Jangan tanya bagaimana reaksi Anara, karena sudah pasti gadis itu menangis.

"Mimi Pipi pergi, sekarang Kakak juga," ujar Anara sendu dengan air mata sudah mengalir bebas di pipinya.

"Siapa yang bakalan anterin aku, jagain aku, beliin lolypop tiap minggu, beliin album-album, war pc pas BTS comeback, anter ke toko buku, jailin aku, bikin aku nangis, masakin aku tengah malem-," Ucapnya dihentikan oleh Kevin.

"Ada suami kamu, kamu bisa lakuin itu sama dia dan minta sama dia," ungkap Kevin menggenggam tangannya. Namun, didorong oleh Anara.

"Gak usah pegang aku!" tolak Anara meliriknya sekilas.

"Hiks ... jadi kakak gak mau lakuin itu buat aku lagi? Kakak emang jahat," ucap Anara menundukkan pandangannya.

"Hey, bukan gitu maksudnya. Cuma selama kita jauh, ade bisa lakuin itu semua sama Arkan." Kevin mengangkat wajahnya, "Nanti kalau kita deket bisa kaya gitu lagi," sambungnya tersenyum.

"Inget kan, rencana pernikahan kamu dibuat ya salah satunya karena Mimi Pipi pindah tempat kerja dan kakak juga harus ke Bandung. Kamu gak akan ngerasa sendirian karena ada Arkan," tutur Kevin penuh kasih sayang.

Wajah Kevin menatap Arkan sekilas, "Arkan, lo harus jagain ade gue, keselamatan dia, kesehatan dia, kebahagiaan dia, semua hal tentang Anara itu tanggung jawab lo," ujar Kevin tegas, saat masih menenangkan adiknya, Anara.

ARKANARA {Sahabat Tapi Menikah} Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang