9 || Cie Cinta

112 3 0
                                        

Allooo semuanya 👋

Kalian sehat? Hari ini ngapain aja? Happy kan hari ini? Masih awal September harus happy ya.

Tolong siapkan tawa kalian teman-teman 🤣🤣

Warning!!

Vote dan komen kalau kalian suka sama cerita ini dan tambahin ke perpustakaan kalian buat gak ketinggalan update terbarunya. And terakhir aku mohon jangan bawa-bawa nama tokoh lain atau cerita lain di lapak aku, hargai author ya, xixixi

 And terakhir aku mohon jangan bawa-bawa nama tokoh lain atau cerita lain di lapak aku, hargai author ya, xixixi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jalanan yang cukup ramai bukan halangan bagi seorang laki-laki mengebut. Justru dia semakin menambah kecepatan. Laki-laki yang mengejar dia dari belakang dibuat kewalahan.

"Gini jadinya pertama kali bucin." Dewa menghela napasnya meminggirkan kuda besi di jalanan yang sepi.

Tidak berniat mengejar sahabatnya. Dewa tidak mau mati muda karena hal itu. Dan benar saja Arkan hampir tertabrak truk. Beruntung dia bisa menghindar hanya menabrak pohon. Bisa dibayangkan jika dia terhantam mobil besar tadi.

"Ck, hampir gue mati!" Arkan mengatur napas dan bangkit dibantu oleh orang-orang yang ada di sana.

"Mas nya gak papa? Ada yang sakit atau mau ke rumah sakit?" Semua bertanya membuat kepala laki-laki tersebut pusing.

"Makasih, saya gak papa." Arkan bangkit membangunkan motornya.

"Bagus atuh, kami pergi dulu, Mas." Arkan hanya membalas ucapan mereka dengan anggukan kecil.

Dewa yang baru saja mendekat ke arah Arkan mengecek setiap inci badannya. Tadi saat dia berisitirahat di ujung jalan tiba-tiba saja matanya mengenali motor yang hampir tertabrak.

"Jangan gegabah, Ar. Kalau aja lo gak ngehindar pasti koit!" Dewa memarahinya seperti seorang bapak kepada anaknya.

"Kalau lo koit Anara jadi janda muda," sambungnya.

"Gue gak tau harus bilang apa ke keluarga Anara kalau dia ilang. Gue udah dikasih amanat buat jagain dia, tapi malah gagal." Arkan menatap sahabatnya dengan berkaca-kaca.

"Gue bodoh, Wa. Gak bisa jagain istri sendiri."

"Ya ampun, lo nangis, Ar?" Dewa terkagum-kagum. Seorang Arkan Narana Prasetya bisa menangis juga, apa lagi ini karena perempuannya.

"Gak, gue mau cabut cari Anara lagi." Arkan buru-buru pergi sebelum menjadi bahan bulian Dewa. Melihat itu Dewa mengudarakan tawanya yang tadi tertahan.

"Cie cinta lo sama Anara!" teriak Dewa.

~~~

"Huwaa ... Mimi tolongin Anara!" Gadis itu menangis tersedu-sedu, sudah tiga jam setelah dia bangun dari tidur. Namun, tidak ada yang menolongnya.

ARKANARA {Sahabat Tapi Menikah} Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang