Part terakhir untuk hari ini, hehehe.
Enjoy sama ceritanya 🌻
________
Play musik 'Hati Terlatih' by Marsha Zulkarnain🎶🎧
Hari terus berlalu, detik berganti menit, menit berganti jam, dan hari berjalan dengan semestinya.
Kehangatan yang dulu hadir, perhatian kecil terus menerus di rasakan, dan kebahagiaan tak pernah luntur kini semuanya berubah dan terasa hambar.
Kejadian beberapa waktu lalu menimpa Anara sangat mempengaruhi kehidupannya.
Rumah tangga yang baru saja dia jalani dengan sungguhan serta perasaan cinta harus kembali hambar saat masalah foto itu datang.
Arkan, suaminya menjadi sangat dingin. Pulang ke rumah hanya sebentar. Selebihnya dia akan menginap di markas atau apartemen miliknya.
Bagaikan pisah ranjang.
Ketika di rumah Alexander, Arkan lebih banyak diam dengan aktifitasnya sendiri. Menganggap tidak ada siapapun di sekitarnya, padahal Anara di sana.
Rumah besar itu menjadi sangat sepi seperti tak berpenghuni.
Ocehan Anara tak ada lagi, pertengkaran kecil keduanya hilang, teriakan Anara saat kesakitan karena kecerobohannya pun senyap.
Mulut Anara biasa mengeluarkan banyaknya perkataan aneh tertutup rapat-rapat.
Hidup Anara berubah hanya ada kesunyian, kesepian, kesedihan, dan kesendirian.
Di sekolah pun tidak jauh beda dengan di rumah. Bedanya di sana di harus menerima hinaan serta perundungan setiap harinya.
Pernah, saat jam pelajaran olahraga dia di kerjain habis-habisan oleh teman sekelasnya.
Saat itu, pak Wahyu tidak mengajar karena ada urusan keluarga. Alhasil, murid-murid kelas 11 MIPA 2 di perintah untuk olahraga sendiri, bermain basket.
Anara baru mengganti seragam dengan baju olahraga di toilet dekat koridor kantin. Dia membasuh wajah cantiknya serta mengulas senyum manis seraya menyemangati diri sendiri.
"Semangat, lo bisa lewatin semua ini Ra. Tutup kuping atas semua ucapan orang-orang dan fokus sama tujuan lo aja."
"Lo gadis kuat, kaya apa yang sering ka Kevin bilang."
'Kamu itu kaya Ironman di hidup kakak, gadis kuat dengan hati yang besar.'
Merasa cukup dengan penampilannya, Anara keluar dari sana karena sebentar lagi jam olahraga akan di mulai. Teman-teman yang lain pastinya sudah berkumpul di lapangan.
Saat baru menarik knop pintu, tiba-tiba dari atas ada yang mengguyur Anara hingga terpeleset.
Byur
Gdubrak
Anara membuka matanya perlahan, memeluk tubuh yang sudah basah kuyup, serta merasakan sakit di tulang ekornya.
Bagaimana bisa ada air di atas pintu? Siapa yang tega melakukan hal ini.
'Demi apapun pantat gue sakit banget' jerit Anara dalam hati.
Di hadapannya terdapat segerombol anak-anak kelasnya dengan menertawai dia.
"Mampus, jalang kita ini sangat pantas dengan seragam kotornya."
"Memang, air bekas cuci piring ini sangat cocok untuknya."
"Iuhhh, bau bangettt."
"Jalang 'kan, memang pantas mendapatkan ini semua."
KAMU SEDANG MEMBACA
ARKANARA {Sahabat Tapi Menikah}
RomanceFollow sebelum baca!! ° ° ° "Astaghfirullah, lo ngapain di sini, Ar!" teriak Anara menarik paksa selimut yang dipakai semalaman olah nya dan juga laki-laki itu. Kakinya perlahan mundur ketakutan dengan apa yang sudah diperbuat oleh laki-laki terse...
