30 || Punya Gue!

67 1 0
                                        

Enjoy sama ceritanya 🌻

Enjoy sama ceritanya 🌻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pukul 08.15 wib, seluruh penjuru sekolah SMA Sagitarius terlihat begitu sepi jika dipandang dari luar. Namun, di dalam ruangan beda lagi. Pelajaran sudah di mulai dan semua siswa siswi sedang mengikuti kelas mereka.

Baru masuk pelajaran pertama, karena sekarang hari Senin. Hari begitu menyebalkan, karena harus berdiri dibawah teriaknya matahari.

Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa istirahat pertama sudah terdengar belnya ke seluruh kelas-kelas membuat rasa senang hingga pada mereka. 

"Baik, pelajaran kali ini saya sudahi sampai di sini. Jangan lupa kerjakan tugas kompetensi halaman 251 sampai 255." Guru bertubuh gempal dengan kacamata bertengker di hidungnya itu langsung keluar, setelah mengucapkan kalimat terakhirnya.

"Baik, Bu." Kompak semua murid 11 MIPA 2.

Kelas hening tadi, kini berubah menjadi seperti pasar. Mereka bernapas lega, setelah pelajaran Bu Susi tadi, pasalnya guru itu sangat kiler melebihi pak Budi.

Masih inget guru satu itu? Mereka berdua 11 12 kilernya.

Kelas yang ramai sekarang menjadi sepi, kemana lagi mereka kalau bukan ke kantin. Usai berperang, paling enak memang mengisi perut dan mengistirahatkan otak dari panasnya rumus-rumus.

"Aku ada latihan basket, Ra." Arkan mengelus pucuk kepala sang istri dengan lembut.

"Iya udah, semangat," balas gadis itu tersenyum lebar.

"Gak papa? Kamu ke kantin sama Ratu aja?" Sedikit tidak enak, tetapi mau bagaimana lagi ini sudah kewajibannya.

"Gak papa lah, kaya anak kecil aja gak bisa sendiri." Anara meninjau lengan kekar itu pelan.

"Aww," ringis Arkan memegang area yang tidak terasa sakit itu.

"Eh, kenapa, Ar?" Panik Anara mengecek lengan itu dan tidak ada apa-apa, membingungkan.

"Sakit," rengeknya.

"Padahal pelan loh, aku lakuin itu. Masa sakit," lirih Anara mengamati lengan itu dan tetap tidak ada tanda jika itu sakit.

"Gak tau, sakit ini, Ra." Arkan terus merengek, terlihat gemas di mata Anara.

'Sial, gemes bangett, walau pura-pura sakit gini'

"Aku harus apa, Ar? Ke rumah sakit yuk, atau ke UKS, deh." Anara tersenyum miring dengan maksud tertentu dan setelahnya dia panik.

ARKANARA {Sahabat Tapi Menikah} Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang