26 || Apa Salah?

51 3 0
                                        

Part kali ini gak terlalu panjang, biar kalian gak bosen bacanya ya.

Minta saran deh, mau part nya panjang atau dikit? Aku takutnya kalian bosen baca yang panjang banget gitu, tapi aku mau minta masukan dari kalian dulu.

Enaknya gimana.

So, enjoy sama ceritanya 🌻

So, enjoy sama ceritanya 🌻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.






Semilir angin di taman belakang sekolah seolah tidak ada rasanya, justru malah merasa hawa panas yang mencengkram. Dua insan muda tengah bertengkar, tatapan penuh amarah terlihat jelas di wajah salah satu dari keduanya.

"Lo udah janji mau sembunyiin hubungan kita, kenapa lo juga yang bongkar. Hah!" Anara menatap tajam penuh kemarahan.

"Gue gak bongkar, hanya aja bilang lo milik gue," balas Arkan membalas tatapan marah istirnya dengan lembut.

"Terus tadi apa, Arkan? Lo bilang di kantin kaya gitu!"

"Gue cuma pengen kasih tau ke semua orang lo milik gue."

"Apa itu salah?" tanyanya menaikan satu alis.

"Salah, karena seharusnya lo gak usah bilang di kantin yang emang lagi rame."

"Kalau emang mau ke sahabat kita aja, gak harus ke orang lain." Terdengar nada lirih dari suaranya. Napasnya memburu tidak beraturan.

'Gimana nasib gue setelah ini, Ar'

"Menurut gue gak ada salahnya bilang. Toh, gue bilang lo milik gue doang, status asli kita mereka gak tau."

"Mau status asli atau bilang gue milik lo sekalipun, itu tetep salah, Ar," kekeh Anara pada argumen nya.

"Apa yang salah sih, Ra?" Tatapan lembut Arkan berubah menjadi sendu. Ada rasa sakit di dalam sana yang begitu sesak.

"Apa lo malu punya cowok kaya gue? Apa gue segapantas itu bilang lo milik gue sampe lo marah kaya gini? Apa gue kurang ganteng? Beda sama Derel yang mirip bias lo itu?"

"Apa, Ra? Apa salahnya sampe lo marah kaya gini? Kasih tau gue." Pertahanan Arkan mulai goyah, hatinya benar-benar sakit. Namun, dia tidak boleh menangis.

"Itu penilaian lo tentang gue, Ar?" Anara menggeleng kuat.

"Gue kecewa sama lo, Ar." Berlari meninggalkan Arkan begitu saja, Anara pergi tanpa tentu arah.

Arkan bingung, baginya dia tidak salah dengan semua yang dia lakukan. Dia hanya ingin punyanya tak di milik orang lain juga, apa lagi gadisnya.

Apa salah perasaan ingin memiliki Anara sentuhan dan tak mau berbagi? Apa perasaan cemburu dia itu tidak boleh ada? Apa semuanya berlebihan? Mengapa Anara-nya semarah itu? Dia hanya ingin semua tau Anara miliknya dan hanya punyanya.

ARKANARA {Sahabat Tapi Menikah} Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang