23 || Pelet Cinta

46 1 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





"Makan dulu yuk, gue udah ambil tadi," ajak Arkan, setelah beberapa menit yang lalu Bi Nemi membawakan makanan untuk keduanya, karena malas untuk ke bawah katanya.

Anara menggerakkan kepalanya setuju, perutnya juga sudah memanggil ingin segera diisi sesuatu. Arkan menggandeng tangannya menuju sofa, lalu dia menyuruhnya duduk dengan tenang.

Anara menuruti ucapan Arkan. Kala suaminya menyiapkan makanan, Anara memainkan ponselnya seraya mengetik pesan untuk seseorang.

"Matiin hp nya kita makan dulu!" perintah Arkan duduk di sampingnya, lalu mendapatkan anggukan kecil dari Anara.

Penuh semangat Anara melahap makanan di atas piringnya, tetapi beda dengan Arkan yang menopang dagunya menatap wajah Anara tidak berkedip.

Melirik sekilas ke arah suaminya, Anara merasa malu dipandang seperti itu, "Ngedip woy!" sindirnya.

"Makan jangan ngomong!" Arkan memerintah dengan masih dalam posisi yang sama.

"Lo jangan liatin kaya gitu dong," tutur Anara mengunyah rendang dan juga nasi, sambil menyingkirkan wajah Arkan dari pandangannya.

Arkan mengusap wajahnya, "Asem tangan lo."

"Tadi gue abis ngupil jadi rada asem." Anara tertawa melihat ekspresi wajah Arkan yang tiba-tiba berubah.

"Jorok!" seru Arkan mengusap-usap wajahnya menggunakan tisu, sambil menampilkan ekspresi kesal.

Kala melihat tingkah suaminya, Anara tidak henti tertawa. Bahkan dia sampe ingin mengompol.

Hahaha ....

Tawa renyah itu terhenti kala suara bariton Arkan menggenggam di seluruh kamar tersebut.

"Makan jangan ngomong!" Arkan mengulang perkataannya lagi dengan nada bicara lebih tinggi, sambil menyuapkan satu potong kecil semangka ke mulutnya.

"Tadi aku bercanda doang kok, Ar," ungkap Anara menahan tawanya memandang Arkan.

Arkan menggelengkan kepala, "Bercanda ya," ujarnya dengan nada bicara berbeda, sambil merapatkan jarak antara mereka.

Anara curiga dengan gerak-gerik tubuh Arkan, lalu benar saja lelaki tersebut membalas candaannya.

"Nih, bercanda." Arkan bergumam menggelitik pinggang Anara.

"Nih, bercanda."

"Rasain ini ya." Arkan terus menggelitiknya.

Gadis tersebut tertawa terbahak-bahak dibarengi rasa geli menjalar ditubuhnya, "Stop, Arkan!" teriaknya.

"Gak akan!" ketus Arkan masih dengan aktifitasnya.

"Geli banget, hahahah!" seru Anara bergeser sedikit demi sedikit.

"Udah, ihhh!"

"Arkan stop geli!" Anara memohon, perutnya sudah tidak tahan dengan gelinya.

ARKANARA {Sahabat Tapi Menikah} Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang