Bab 35 || Bodoh Terlalu Berharap

50 1 0
                                        

Aloooo, aku kembali.

Gimana kabar kalian? Sehat dong, aamiin.

Hujan gak di sana? Kalau di sini tiap hari, hehehe.

Udah ah, ayo lanjut baca aja.

Enjoy sama ceritanya 🌻

Enjoy sama ceritanya 🌻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Kehidupan yang bahagia? Siapa sih, orang tidak mau hal itu. Pasti, semua menginginkannya. Namun, kehidupan tetap kehidupan tidak semua harapan kita terjadi.

Ada kalanya, kehidupan itu di bumbui dengan kesedihan, kecewa, kebahagiaan, rasa sakit, bahkan macam rasa lainnya atau masalah. Namun, ini lah hidup. Tak selamanya berjalan mulus.

Layaknya memakai nasi goreng, tetapi di campur kuah santan. Rasanya akan aneh bukan?

Sama dengan kehidupan, tak akan ada rasanya, jika kita bahagia terus. Terkadang masalah pun penting, agar menambah warna dalam kehidupan.

Sama dengan seorang gadis mungil dengan rambut di kunci satu memperlihatkan leher jenjang nan mulusnya.

Termenung seorang diri, gadis itu sampai di rumah 25 menit yang lalu.

Balkon kamar, tempat pas untuk menenangkan pikiran. Seharian berkecamuk dengan masalah di sekolah membuat dirinya lelah dan ingin mati saja.

Usai seorang lelaki memarahi dirinya dan menghina, gadis itu kembali ke sekolah. Seberat apapun masalahnya, tetap saja dia harus menimba ilmu.

Saat tiba di sekolah, hukuman telah menunggu dan dia melakukan itu, sepenuh hati karena bagaimanapun salah bolos di jam pelajaran.

25 menit dia menjalankan hukuman dan saat jam istirahat tiba dia ingin menghapus lelah. Akan tetapi, seakan tidak ada waktu untuknya tenang orang-orang terus mencemooh dia,  bahkan tak segan mereka melemparinya batu, atau sampah.

Seperti seseorang melakukan dosa sangat besar bukan? Sampai segitunya merek terhadap dia.

Hufh, mengingat itu sesak di dada kembali hadir. Bagaimana tidak, semua teman sekolahnya menganggap hina dia, padahal mereka tak tahu menahu kejadian sebenarnya.

Memang, orang dengan hati buruk akan mudah sekali menerima gosip murahan di luar sana.

"Sepi banget," lirih Anara pelan, mata hazel itu kembali mengeluarkan air.

Anara menghapus kasar air matanya. Menangis membuang waktu, untuk apa dia menangisi suami yang tega menghinanya.

Setelah pertengkaran di danau, Arkan tak pulang ke rumah. Tadi dia mengabari akan menginap di markas untuk malam ini, hal itu pula membuat rumah besar Alexander terlihat sepi.

ARKANARA {Sahabat Tapi Menikah} Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang