"Bakal gue rahasiain kok, tapi kalau Lo mau jalan sama gue pulang sekolah ini" ucap cowok itu.
Juliet menatap cowok itu terdiam.
"Gue mau jujur, sebenernya gue lagi ngedeketin Lo" lanjut cowok itu penuh kejujuran tanpa basa-basi.
Juliet terdiam lagi.
"Tapi aku kodok, kamu mau?" Gumam Juliet sedikit pelan.
"Hah? Gimana?" Tanya cowok itu sambil mengernyitkan kening bingung, sedikit tak mempercayai apa yang ia dengar tadi.
"Aku kodok"
"Hah?"
"Aku kodok"
Galen menatap Juliet dengan canggung, lalu menggaruk lehernya yang tak gatal.
"Lo... kodok?"
Juliet mengangguk.
"Aku kodok" ulang cewek itu serius.
"Em--" Galen bergumam bingung ingin bereaksi seperti apa, sedikit culture shock saat mendengar jawaban cewek itu. Apalagi cewek itu mengatakannya dengan serius. Jujur, baru kali ini Galen mendekati seorang perempuan, dan shit, sepertinya pendekatannya tidak berjalan lancar?
"Gapapa kodok hehe" ucap cowok itu akhirnya, sambil terkekeh canggung setelah mereka terdiam beberapa detik.
"Pulang sekolah ini?"
Galen mengangguk sambil tersenyum.
"Oke" ucap Juliet.
Mereka kembali terdiam. Dengan Juliet yang menatap Galen dengan tatapan polos, sedangkan Galen yang menatap Juliet dengan canggung + bingung.
"Oke, see you!" Ucap cowok itu sambil melambaikan tangan, namun perlahan lambaian tangan itu bergerak berubah menjadi mengacak rambut Juliet.
Juliet memberikan jempol ke arah cowok itu sambil merapikan rambutnya yang di acak-acak Galen, lalu berjalan ke arah Cakra yang sedari tadi masih menunggu Rani di depan toilet perempuan.
____
Saat kembali dari toilet tadi dan bertemu dengan Cakra, Juliet jadi tau apa yang sebenernya tak ia ketahui namun di ketahui oleh Romeo. Fakta mengejutkan tentang Gentari dan Rani yang mungkin hanya di ketahui oleh Romeo, Cakra, Juliet dan Gentari, bahkan Rani sendiri tak mengetahui fakta ini.
Juliet benar-benar shock, mungkin ini akan jadi kasus ter-plot twist yang pernah ia tangani sejauh ini. Sambil menggerutu sendiri, Juliet kembali melanjutkan perjalannya menuju ke kelas.
Dirinya terdiam sebentar di depan pinu kelas saat melihat kearah kursinya yang tengah di duduki seorang siswi. Juliet lalu memalingkan pandangannya ke arah kursi sebelahnya yang terdapat Romeo disana tengah asik bermain ponsel tanpa memperdulikan cewek itu yang sedari tadi bergelenjotan pada lengan Romeo.
Juliet dengan pelan menghampiri keduanya.
"Lo duduk di depan dulu" ucap siswi tersebut sebelum Juliet sempat membuka mulutnya.
"Tapi sebentar lagi bel ra" balas Juliet.
Nara berdecak mendengar itu, "Ngeselin banget sih Lo" ketus cewek itu, yang mau tak mau bangkit dari kursi Juliet.
"Yo, pulang sekolah anter aku ya" ucap cewek itu dengan nada manja ke Romeo.
"Gue naik bis" balas Romeo acuh tanpa menatap kearah cewek itu.
"Ohiya lupa hihi" ucap cewek itu sambil cekikikan menutup mulutnya.
"lagian ngapain sih masih pake bis. Orang tajir melintir juga-- eh ups rahasia ya?" Lanjut cewek itu pura-pura menyesal, mendapati tatapan tajam dari Romeo saat dirinya mengatakan kalau romoe tajir melintir.
Sebenarnya Juliet juga bingung, Romeo ini mungkin bisa dikatakan salah satu crazy rich, tapi penampilannya benar-benar tak mencerminkan itu. Cowok itu bahkan selalu menggunakan bis saat pergi maupun pulang sekolah, sepatu cowok itu juga bisa dikatakan-- em buluk? Ucap Juliet dalam hati sambil menatap sepatu Romeo pinggirnya sedikit mengelupas dengan tatapan kasihan.
"Ngapain Lo?" Celetuk Romeo mengagetkan Juliet.
"Ah engga" balas Juliet gerogi takut ketahuan Romeo kalau dia sedang mengasihani sepatu Romeo. Karena kenyataan di lapangan Juliet lah yang harus dikasihani disini, hiks.
Juliet menoleh kanan-kiri saat sudah tak mendapati Nara di dalam kelas mereka. "Loh Nara mana?"
"Udah pergi dari tadi pas Lo jadi kodok."
"Oalah," ucap Juliet, lalu mendudukan dirinya di kursi miliknya di samping Romeo.
Raut muka Juliet mendadak menjadi serius saat mengingat sesuatu.
"Yo, kamu tau kalau ternyata Gantari... penyuka sesama jenis?" Tanya Juliet, sambil menatap Romeo agak canggung saat mengucapkan kalimat terakhir.
Cowok itu terdiam sebentar, lalu menatap Juliet dalam sambil mengangguk, "gue benci dia" ucap cowok itu penuh penekanan disetiap kata.
Hei ada apa ini, Juliet merasa seperti cowok itu ikut marah kepadanya.
Juliet mengabaikan itu, fokus dengan pertanyaannya lagi.
"Kamu tau juga kalo ternyata Gantari suka sama Rani?" Tanya Juliet lagi.
Romeo mengernyitkan kening, "Lo tau dari mana?"
"Dari Cakra, tadi kami ngerumpi di depan toilet."
Romeo menatap cewek itu aneh, lalu mengangguk menjawab pertanyaan awal Juliet tadi. Romeo seketika terdiam saat menyadari sesuatu.
"Cowok itu tau dari mana?" Tanya Romeo serius.
"Lahiya, aku ga nanya Yo. Soalnya abis ngerumpiin itu kita lanjut ngerumpiin mamang bakso depan sekolah yang katanya pake borax di makanannya biar awet" ucap Juliet, sedikit berbisik di telinga Romeo saat mengucapkan kata terakhir.
Romeo masih menatap Juliet serius, cowok itu mengacuhkan kalimat terakhir Juliet. Pikiran Romeo sudah bercabang memikirkan kemungkinan-kemungkinan tentang sosok bernama Cakra itu.
Lamunannya seketika buyar saat merasakan seseorang tengah melambai-lambai kan tangannya di depan wajah Romeo dengan brutal.
Juliet masih melambai-lambai kan tangannya dengan brutal ke depan wajah Romeo. Bukannya apa, cewek itu hanya takut Romeo kesurupan, itu saja. Karena yang berada di dekat Romeo hanya Juliet, otomatis Juliet yang akan menjadi korban pertama cowok itu, pikir Juliet ngeri.
Romeo memutar matanya, lalu menangkap tangan Juliet yang masih bergerak-gerak di depan wajahnya.
"Yaampun kamu sadar Yo" lega Juliet, sambil mengelus dada menggunakan tangan satunya.
Tiba-tiba Juliet merasakan sebuah benda tiba-tiba muncul di telapak tangannya yang tengah di genggam Romeo. Dengan cepat cewek itu menarik tangannya dan melihat benda itu. Ya, sesuai dugaan Juliet, sebuah kartu poker.
Demi tuhan Juliet tadi benar-benar tak melihat ada sebuah kartu di tangan Romeo, tangan itu tadi benar-benar kosong!
Cowok itu selalu saja melakukan itu seperti itu. Yang jadi pertanyaan Juliet selama ini adalah, bagaimana cowok itu melakukannya?!
____
Kasian Galen, kena emotional damage ngadepin Juliet.
Btw ini genre fantasy ya, jadi apapun bisa terjadi disini✨
27 Oktober 2022
KAMU SEDANG MEMBACA
Check Yes! Juliet [END]
General Fiction[Maaf, cerita ini tidak untuk di terbitkan🙏🏻] 'Kabarnya, kalau melihat dengan seksama, kebenaran akan tampak padamu.' Semua murid di SMA Cakrawala tau, jika kalian mendapati sebuah kartu 'king' tergeletak di dalam rumah kalian, lari dan bersiap la...
![Check Yes! Juliet [END]](https://img.wattpad.com/cover/314816094-64-k317943.jpg)