_____
Juliet yang sedang menikmati enaknya batagor mang udin di kantin teknik, tiba-tiba saja dikejutkan oleh kemunculan seseorang yang langsung duduk disebelahnya. Dengan cepat Juliet menoleh ke sampingnya.
Benar saja dugaannya, Romeo.
"Kamu ga ada mata kuliah?" Tanya Juliet sambil kembali menyedokkan batagornya.
Cowok itu terlihat menggeleng sambil menatap Juliet Intens. Tak lama, tangan kiri cowok itu terangkat untuk merangkul pundak Juliet, sedangkan tangan yang satunya, cowok itu pakai untuk mengarahkan sendok penuh batagor Juliet yang hendak cewek itu suapkan ke mulutnya, menjadi ke mulut Romeo.
"Beli yang baru." Celetuk Juliet, sambil menatap cowok itu datar.
Romeo tak menjawab, malah jari cowok itu sekarang berada di pipi Juliet untuk menyingkirkan noda saus yang terpercik sedikit ke pipi cewek itu, membuat Juliet bergerak tak nyaman di duduknya akibat jarak tubuh cowok itu yang terlalu dekat dengannya.
"Yo, bisa geseran dikit ga? Aku ga enak, kating pada ngeliatin kita." Ucap Juliet, sedikit melirik-lirik ke sekitar. Pandangan cewek itu terhenti saat dirinya tak sengaja melihat gerombolan kakak tingkat, tengah menatap ke arah dirinya dan Romeo. Dengan cepat Juliet berpura-pura tak melihat ke arah mereka,
Sedangkan Romeo yang sedari tadi menatap Juliet, menaikkan alisnya sebelah. Tak lama, cowok itu terlihat memalingkan wajah, menatap ke belakang, ke arah gerombolan yang di lirik-lirik oleh Juliet tadi.
"Mereka ga ngeliatin lo." Ucap cowok itu, setelah kembali menolehkan lagi kepalanya ke depan, lalu melepas rangkulannya pada pundak Juliet dan mulai mengeluarkan ponselnya untuk bermain game.
"Masa sih?" Tanya Juliet heran. Perlahan bola matanya kembali bergerak lagi, melirik dari sudut matanya ke arah kakak tingkat yang Juliet rasa tadi memperhatikannya dan Romeo.
Benar. Mereka tak memperhatikan Juliet, mereka justru kini sibuk dengan urusannya masing-masing.
Juliet akhirnya mendesah lega, cewek itu ingin menyuapkan batagornya lagi, namun Romeo kembali menarik tangan Juliet dan menuntun sendok itu menuju ke mulut cowok itu sendiri.
"Aku beliin yang baru mau?" Tawar Juliet.
Demi tuhan. Dirinya lapar dan cowok itu selalu mengambil suapan makanannya.
Romeo menggeleng sambil mengunyah, cowok itu masih terlihat sibuk memainkan game di ponselnya dan tak melihat Juliet yang menatap datar cowok itu. Mendesah pelan, Juliet kembali mencoba fokus pada batagor nya.
Tak lama, layar ponsel milik cowok itu memperlihatkan tulisan winner, membuat Romeo langsung meletakkan ponselnya di meja dan menatap Juliet lagi.
Perlahan kepala cowok itu mendekat untuk mencium bibir Juliet. Sedangkan Juliet yang kaget dengan aksi tiba-tiba cowok itu, refleks langsung mendorong kepala cowok itu dengan panik.
"Babe?" Ucap cowok itu tak suka.
"I just wanna kiss." Protes cowok itu, lalu kembali mendekatkan kepalanya ke wajah Juliet, sebeleum Juliet kembali mendorong kepala cowok itu lagi dengan wajah yang kentara panik. Kepala Juliet menoleh ke kanan dan ke kiri cepat, memeriksa apa ada seseorang yang melihat aksi Romeo tadi.
"Romeo nanti dilihat orang." Rengek Juliet sambil berbisik, lalu menatap ke sekeliling lagi.
Cowok itu terdengar berdecak.
"Romeo." Cicit Juliet dengan pandangan memohon. Cowok ini sangat keras kepala dan tak peduli sekitar, membuat Juliet harus selalu waspada dengan segala tingkah gila cowok ini.
"Suapin." Ucap Romeo akhirnya, saat melihat tangan Juliet yang tengah memegang sendok berisi batagor, masih melayang diudara.
Dengan cepat, Juliet menyuapi cowok itu, sebelum Romeo berubah pikiran dan malah menciumnya disini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Check Yes! Juliet [END]
Ficción General[Maaf, cerita ini tidak untuk di terbitkan🙏🏻] 'Kabarnya, kalau melihat dengan seksama, kebenaran akan tampak padamu.' Semua murid di SMA Cakrawala tau, jika kalian mendapati sebuah kartu 'king' tergeletak di dalam rumah kalian, lari dan bersiap la...
![Check Yes! Juliet [END]](https://img.wattpad.com/cover/314816094-64-k317943.jpg)