.
.
.
🍁🍁🍁🍁
Arana duduk di kursi besi di taman halaman belakang mansion. Matanya menatap penuh puja hamparan bunga daisy. Bengitu indah sampai Arana sendiri untuk melangkah mendekat.
Arana berpikir bunga-bunga itu ditanam untuk didedikasikan kepada ibunya Hades.
Setelah berbincang tentang banyak hal, Daisy diminta untuk istirahat, karena tidak ingin mengganggu akhirnya dia pergi hingga akhirnya sampai di taman ini.
Banyak hal yang terjadi di waktu singkat ini. Tentang dunia yang ia kira hanyalah dunia dongeng semata. Siapa kira jika ternyata dirinya murni orang di dunia ini dan bukanlah jiwa yang tersesat.
Banyak hal yang tidak ia mengerti dan dirinya bingung harus mencari jawaban segala pertanyaan yang bersarang di otaknya.
"Dunia ini memang rumit" guman gadis itu dengan punggung bersandar pada kursi.
Entah berapa lama Arana melamun, yang pasti sekarang dirinya berjengit kaget ketika ada seseorang yang duduk di sampingnya.
"Mikirin apa" Arana hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan Hades.
"Bukan apa-apa"
"Mau main?"
Arana menatap Hades bingung.
"Kemana?"
Tanpa menjawab, Hades berdiri lalu mengulurkan tangan pada sang tunangan. Dengan ekspresi bingung, Arana menerima uluran tangan itu.
Menggenggam lembut tangan gadisnya, Hades berjalan menuju kerumunan bunga daisy yang seakan sengaja menggoda agar mereka mendekati bunga-bunga itu.
Hades memetik satu bunga itu lalu menyelipkannya di telinga Arana.
Hades memandang Arana lamat, membuat sang empu salah tingkah dan membuang pandangan.
Hades terkekeh, lucu sekali melihat tunangannya salah tingkah. Pipi yang merona ingin sekali Hades mengecup pipinya itu. Menghapus warna merah yang ada di pipi gadisnya.
Hades menarik pinggang Arana, hingga gadis itu berada di rengkuhanya.
Matahari senja bersinar terang menambah kesan romantis yang mereka ciptakan. Bayangan mereka yang terbentuk membentuk kolase pelengkap di sore itu.
"Ha-Haadess--
Bibir Arana kelu. Tidak mampu menatap mata hades yang menatapnya rumit. Entahlah dirinya merasa jika Hades menyimpan banyak rahasia dari dirinya.
Cup
Gadis itu menahan nafasnya ketika Hades mencium pipinya begitu dalam. Hades menutup matanya seakan sangat menikmati kondisi mereka sekarang.
Cukup lama Hades menempelkan bibirnya pada pipi Arana. Hingga ketika dia sedikit menjauhkan diri warna merah di pipi gadisnya tidak hilang dan malah semakin jelas. Menyebar luas sampai ke telinga. Salah satu pipi Arana sedikit basah akibat ciumannya. Hati Hades puas melihatnya.
"Ti amo". Bisik Hades dengan suara serak.
Entah bagaimana ekspresi Arana sekarang. Tapi yang pasti dada gadis itu berdebar keras dengan perasaan yang tidak bisa dijabarkan.
Apakah cinta memang serumit ini?
Hades melepas rengkuhanya lalu memunggungi Arana dan berjongkok.
Merasa tidak ada pergerakan dari Arana, Hades menepuk punggung nya beberapa kali, menyuruh sang tunangan untuk naik ke punggungnya.
Arana menggigit bibirnya senang. Dengan cepat ia menubruk punggung kekar Hades dan menautkan kedua tangannya pada leher cowok itu
"Siap tuan putri?"
Ahhh bahkan suara Hades terdengar sangat merdu di telinga Arana.
"Siap" cicit Arana malu-malu. Semakin erat memeluk pemuda yang tengah menggendongnya.
Selanjutnya, Hades membawa Arana berlari berkeliling taman. Arana bersorak bahagia. Sungguh sore ini adalah sore terbaik di sepanjang hidupnya.
Dirasa lelah Hades berhenti berlari dengan nafas yang terengah-engah, Arana yang paham pun terkekeh renyah. Mendekatkan wajah pada telinga sang tunangan, Arana mengecup ringan telinga Hades.
"Love you too." bisik Arana lirih.
Seketika Hades tertegun dengan telinga yang memerah. Membuat Arana kembali tertawa renyah.
"Lo semakin berani Arana" tegur Hades setelah bisa mengendalikan emosinya.
"Lo yang ngajarin"
Hades tersenyum miring. Menarik ini semakin menarik.
Tanpa menjawab Hades membawa Arana untuk kembali ke Mansion besar itu.
🍁🍁🍁🍁
KAMU SEDANG MEMBACA
Tunangan Antagonis
De TodoMenurut Rena terperangkap dalam tubuh seorang tokoh novel hanyalah dongeng dari sebuah cerita. lalu bagaimana jika ia mengalami kejadian yang menurutnya hanya sebuah dongeng tak nyata itu? ***** Arana Wilson, tunangan dari Hades Giovandrick, dalam n...
