.
.
.
.
🍁🍁🍁🍁🍁
Mata yang semula terpejam itu perlahan terbuka. Mengerjab pelan, pandangan Arana yang masih mengabur dengan kondisi yang masih setengah sadar.
Setelah matanya terbuka sempurna, Arana mengedarkan pandangan. Menatap bingung ruangan asing yang ia huni.
Otaknya mencoba mengingat momen terakhir kali yang ia amati sebelum akhirnya tak sadarkan diri.
"Gue lebih sakit Ara"
"Dulu gue suka banget sama lo. Sampai cara apapun gue lakuin supaya gue bisa miliki lo"
"Tapi Arana, kesialan lagi-lagi datang ke hidup gue."
"Lo balikan sama Malvin yang artinya lo selingkuh dari gue."
"Dan lucunya, Malvin adalah saudara tiri gue."
"Hati gue sakit Arana. Dan gue ngerasa ini semua gak adil buat gue."
"Pada akhirnya gue yang menang Ara"
"Aku cinta sama kamu, tapi cinta ini sudah berubah menjadi dendam. Ara."
Arana ingat
Arana mengingat semuanya
Dari Hades masuk ke kamarnya, lalu menjambak rambutnya. Arana masih mengingat tatapan tajam dengan mata yang memerah itu. Arana ingat ketika Hades melempar vas bunga ke arahnya.
"Hades" lirih Arana. Matanya memanas. Hatinya merasa nyeri.
"Maaf"
Apa ini salah Arana? Jika ia tolong katakan dimana salahnya. Jika Hades membencinya lalu apa artinya perlakuan Hades selama ini?
Cklekkkk
Pintu terbuka, menampilkan seseorang yang sedari tadi berkeliaran di otak Arana.
Arana menatap tunangannya itu lamat. Ketika Hades membalas tatapanya Arana menunduk. Tak berani memandang mata tajam itu terlalu lama.
Kaki jenjang pemuda itu melangkah mendekati ranjang yang Arana tempati. Setelah sampai, ia duduk di pinggiran ranjang. Jari telunjuknya mengangkat sedikit dagu Arana. Setidaknya sampai Arana kembali menatapnya.
"Gue turut berduka cita." Hades menjauhkan jari telunjuknya dari dagu Arana. Tangan kekarnya beralih mengelus pipi sang tunangan.
Arana yang mendengarnya mengernyit bingung. Mata gadis itu menyipit.
"Tadi pagi gue dapat kabar. Pesawat VandrickAir jatuh di Pulau Rafflesia karena kerusakan pada mesin----
Arana semakin tidak paham. Tatapanya meminta Hades lebih menjelaskan apa maksud pemuda itu
"------Pesawat itu, pesawat yang sama yang ditumpangi Tante Dela dan Om Dika."
Saat itu juga
Arana merasa waktunya berhenti
Ada sesuatu yang berat menghantam hatinya. Tanpa diminta air matanya keluar.
Hades menaiki ranjang lalu membawa Arana dalam pangkuanya. Membawa kepala gadis itu agar bersandar pada dada bidangnya.
"It's oke Ara. Everything will be oke.",
"Hadeesss" panggil Arana dengan suara serak
"Bilang sama gue kalo lo bohong." Lanjutnya dengan isakan yang tertahan
"Sorry"
"Di--dimana ja-jasad mereka?"
"Belum ditemukan"
KAMU SEDANG MEMBACA
Tunangan Antagonis
RandomMenurut Rena terperangkap dalam tubuh seorang tokoh novel hanyalah dongeng dari sebuah cerita. lalu bagaimana jika ia mengalami kejadian yang menurutnya hanya sebuah dongeng tak nyata itu? ***** Arana Wilson, tunangan dari Hades Giovandrick, dalam n...
