36🍁

53.4K 4.2K 213
                                        


🍁🍁🍁🍁🍁

Sebuah lampu berwarna merah menyala terang pada atas pintu betuliskan--

'R.operasi'

Dokter dan suster berlalu lalang, tergopoh gopoh masuk dan keluar dari ruangan itu.

Seorang pemuda berdiri, menatap ruangan itu dengan tatapan kosong. Pakaian yang ia kenakan bercampur dengan cairan amis berwarna merah itu.

Ahhh dirinya belum sempat membersihkan diri, bahkan kedua tangan yang tadi ia gunakan untuk membawa sosok itu ke rumah sakit masih terselimut darah yang sekarang telah mengering.

Bertahanlah.

Tiba-tiba ponsel di saku celananya berbunyi. Masih dengan tatapan lesu, ia menekan ikon hijau pada ponselnya.

"Lepaskan Yuna atau kau akan menyesal"

Pemuda itu sempat tertegun mendengar suara yang sangat tidak asing itu.

Suara yang pemiliknya sangat pemuda itu benci

Pemuda itu memilih bungkam, menunggu apa yang akan orang di seberang sana ucapkan.

"Dengar, aku tidak main-main. Jangan lupa jika ibu kesayanganmu itu padaku"

Terdengar kekehan di seberang sana

"Ku harap kau tidak lupa jika wanita itu tergila-gila padaku"

"Sepertinya anda juga lupa jika jalang itu ada pada saya" ucap Hades datar.

Hades bukanlah orang yang takut akan ancaman. Bukan Hades sama sekali jika berhasil dikuasai oleh seseorang

Namun--

Ada satu orang yang berhasil memporak-porandakan hatinya

Arana

"Ahhh Yuna kesayanganku itu? Aku memang suka dengannya, tapi jika kehadiran dia bisa membuat rencanaku berantakan, aku juga tak segan untuk membunuhnya"

Di tempatnya Hades terkekeh sinis. Pria bau tanah itu memang tidak mempunyai hati. Ahhh jangankan hati, otak saja dia tidak punya

Namun

"Jadi turuti kemauanku atau kau akan menyesal anak muda"

"Dan dengar, saya tak pernah takut dengan ancamanmu orang tua."

Tut

Tanpa menunggu jawaban dari seberang, Hades mematikan panggilannya.

Melirik pintu yang masih tertutup rapat dengan lampu yang masih menyala, Hades bernafas lelah.

Semoga dia selamat

Tidak

Memang harus selamat

Lagi-lagi dering terdengar dari benda pipih itu.

Melihat nomor tanpa nama yang tertera,. Hades mengeryitkan dahi samar

Ahh bukankah ini nomor kembaran pria bau tanah itu?

Pemuda itu menerima panggilan itu

"Hal-

"Hades, kita harus terbang ke Los Angeles sekarang juga. Ibumu membutuhkan kita"

Deg

"Aku sudah berhasil melacak keberadaan mereka. Tapi kita tetap harus waspada karena mungkin ini jebakan."

Jadi-

Kevin sialan

Tapi jika dia pergi, siapa yang akan menemani gadisnya?

Gadisnya membutuhkanya

Tapi ibunya juga membutuhkanya

Jadi bagaimana sekarang? Mana yang harus Hades pilih?

Cinta pertamanya

Atau gadisnya

"Hades? Kau dengar aku?"

"Ya"

"Cepat datang, ke lapangan belakang markas. Aku sudah menyiapkan hellikopter.

Lalu tanpa menunggu balasan dari pemuda itu panggilan sudah dimatikan secara sepihak.

Hades kembali melirik pintu ruang operasi itu.

Sebelum kemudian dia berlalu

🍁🍁🍁🍁🍁

Brakkkk

"Ceroboh"

Semua orang menunduk takut ketika majikan mereka pulang dengan amarah yang sangat besar.

Mereka tahu, ini salah mereka yang telah lalai menjaga dia

Bahkan pelayan yang tadi pingsan itu sudah menunduk dengan air mata yang terus keluar. Apakah ini akhir hidupnya?

"Menjaga satu gadis saja kalian tidak becus." Ucapan itu sangat mengitimidasi.

"Maaf tuan" setidaknya hanya itulah yang bisa mereka ucapkan

"Kalian tahu kalian salah?"

"Ya" jawab mereka serempak

"Tahu apa konsekuensinya?"

"Ya"

Malvin menyerigai, ahh sepertinya akan seru

"Akmal"

"Ya"

"Hukum mereka, lalu lakukan seperti biasa"

"Baik"

🍁🍁🍁🍁🍁

Tunangan Antagonis Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang