🍁🍁🍁🍁🍁
"kita mau kemana?" Sedari tadi Arana bertanya dan respon Hades selalu sama.
Alih-alih menjawab pertanyaan dari sang tunangan, cowok itu hanya menampilkan senyum tipis. Tentu hal itu membuat Arana menggerutu kesal
Tolong!! Arana butuh jawaban bukan senyuman.
Hades mendorong pelan Arana agar masuk dan duduk pada kursi samping kemudi.
Dua minggu lamanya Arana menjalani pemulihan, akhirnya cewek itu bisa merasakan udara segar
Bagaimana tidak?
Selama dua minggu itu pula Hades tidak membiarkannya keluar dari kamar barang selangkah.
Bisa dibayangkan bagaimana bosannya Arana?
Hades menarik pedal gas mobilnya, membelah jalan ditemani sinar mentari terbit.
"Mau sarapan apa?" Tanya Hades memecah keheningan dengan menatap wajah gadis mungil itu sejenak. Arana membalas tatapan Hades dengan senyum tipis, lalu kembali pada kegiatanya mengamati kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang.
"Jadi?" Bingung Hades mendapati respon Arana.
"Apa?" Arana berujar tanpa menoleh pada lawan bicaranya.
Hades menghela nafas mencoba untuk sabar. Kenapa Ara-nya semakin berani saja?
"Mau sarapan apa Ara."
Arana kembali menatap Hades yang ternyata tengah fokus menyetir.
Lima detik berlalu dan Hades tidak mendengar jawaban dari Arana membuat cowok itu menoleh ke samping. Keningnya mengernyit bingung melihat Arana yang hanya tersenyum tipis.
"Gue tanya Ara. Seharusnya dikasih jawaban bukan senyuman."
"Dih!!" Arana mendelik sinis.
"Gak sadar diri banget!" Ejek Arana dengan menyedekapkan tangan acuh
"Maksud?" Bingung Hades.
Arana mencibir. Hades yang tidak peka atau pura-pura tidak ingat?
"Sedari tadi juga gue tanya, lo cuma bales senyum tipis. Gantianlah!!" Jelas Arana ngegas
Hades tampak berfikir, setelah itu matanya melebar seperti mengingat sesuatu. Tak lama cowok itu terkekeh geli.
Hades menatap Arana masih dengan senyum gelinya.
Kenapa gadis itu begitu lucu? Apalagi dengan tampang sok galak itu.
"Mau kemana?!" Sembur Arana. Merasa terhina dengan ekspresi yang Hades berikan.
Hades berdehem, menormalkan ekspresinya.
"Sarapan"
"Setelah itu?"
"Jerman."
Arana berdecak mendengar omongan Hades yang menurutnya ngelantur
"Gue serius Leon"
"Siapa yang bercanda?"
Sudahlah, semakin kesini, Hades semakin menjengkelkan. Lebih baik Arana diam jika tidak ingin terkena hipertensi.
"Sarapan apa Ara?"
"Terserah!!"
Hades tersedak kaget mendengar suara Arana yang begitu sewot.
Apa dia melakukan kesalahan?
"Nasi goreng mau?" Hades menawarkan
"Terserah!!"
Ohh ya Tuhan kenapa kau menciptakan kata TERSERAH?!
Hades tertawa kikuk, salah satu tangannya ia gunakan untuk menepuk kepala Arana tiga kali lalu mengusapnya lembut, tidak setelah Arana menghempas tangan itu.
Mendapati penolakan Arana membuat Hades tersenyum paksa.
"Sabar.. sabar...." Guman cowok itu tertekan.
🍁🍁🍁🍁🍁
"Akkk...." Arana menerima suapan yang disodorkan Hades dengan senyum paksanya.
Baru cowok itu ingin menyendokan nasi goreng kembali tangannya sudah ditahan oleh Arana.
"Gue bisa sendiri." Ujar Arana dengan memperhatikan sekitar.
"Tangan lo sakit Ara."
"Yang sakit kan tangan kiri" bela Arana mencoba merebut sendok di genggaman Hades.
Dengan gesit Hades menghindar lalu menatap tajam Arana.
"Mau ngelawan?"
"Gak!!" Arana menggeleng ribut
"Tapi--
"Tapi apa?!"
Arana menunduk takut. Tak berani menatap Hades
"Malu" cicit gadis itu pelan yang hampir seperti gumaman.
Hades meneliti sekitarnya, rupanya semua orang kini tengah menatap mereka dengan pandangan yang berbeda-beda.
Cowok itu menghela nafas panjang.
Seharusnya dia tidak mencari makanan pinggir jalan.
Haruskah Hades mencokel mata mereka satu persatu?
"Anak jaman sekarang kalo pacaran ngeri ya?"
"Iya, bebas banget pergaulannya"
"Itu anaknya Mbak Titin tetangga saya ketahuan hamil sama pacarnya!"
"Wahh serius bu? Terus gimana?"
"Ya gitu dia minta dispensasi sekolah buat nikah?"
"Emang boleh?"
"Gak tau, tapi mungkin sekolahnya sudah disuap. Kan mereka keluarga kaya."
"Ngeri bu, kita harus bisa jaga anak perempuan kita dengan benar"
"Maaf anak saya laki-laki semua"
Samar-samar Arana mendengar pembicaraan dua wanita berumur yang juga tengah mengantri nasi goreng.
Jujur saja, Arana semakin tidak nyaman. Melihatnya membuat Hades geram, dia hendak bangkit namun urung ketika Arana mencekal lengannya.
"Mau kemana?"
"Bungkam mulut mereka."
Astaga
"Jangan gila Leon" Arana menatap Hades tak percaya.
"Gue serius Ara."
"Gak!!" Buru-buru Arana memeluk lengan Hades erat seperti menahan hewan peliharaanya agar tidak menyerang orang.
Hades menghela nafas pasrah
"Mau pindah?"
"Gak us--
"Oke pindah"
Woy Arana belum selesai ngomong!!
🍁🍁🍁🍁🍁
KAMU SEDANG MEMBACA
Tunangan Antagonis
RandomMenurut Rena terperangkap dalam tubuh seorang tokoh novel hanyalah dongeng dari sebuah cerita. lalu bagaimana jika ia mengalami kejadian yang menurutnya hanya sebuah dongeng tak nyata itu? ***** Arana Wilson, tunangan dari Hades Giovandrick, dalam n...
