.
.
.
.
.
🍁🍁🍁🍁
Brakkkk
Arana yang sedang melamun di atas ranjang dibuat terkejut dengan dobrakan pintu kamarnya.
Disana, di depan pintu Hades muncul dengan keadaan yang bisa dibilang buruk
"Hades, lo kenapa?!" Pekik Arana mencoba mendekati sang tunangan.
Hades hanya diam dengan nafas yang memburu. Mata pemuda itu terlihat sayu dengan pandangan yang tak lepas dari Arana.
"Hades lo--
Arana terdiam tak harus berkata apa. Tapi ketika sudah sampai di depan pemuda itu Arana dapat mencium aroma alkohol yang amat menyengat.
"Lo mabuk?" Tanya Arana lirih. Tangannya mencoba menggapai wajah Hades ragu.
"Hades, lo baik-baik aja kan? Ayo kita duduk dulu" Arana hendak menggandeng tangan besar pemuda itu, namun hal yang tak Arana duga terjadi. Hades menarik tangan Arana hingga gadis itu menubruk tubuh sang tunangan.
"Hades---
"Kenapa?"
Hades memotong ucapan Arana dengan suara yang serak.
Arana bungkam. Perlahan gadis itu memberanikan diri untuk menatap Hades hingga tatapan mereka bertemu.
Arana yang menatap bingung sedangkan Hades dengan sorot sayunya.
"Lo....lo kejam" desis Hades semakin menempelkan tubuh mereka.
"Mak- maksudnya ap-- Arghhhhh!!"
Jerit kesakitan terdengar ketika dengan sengaja Hades menarik rambut panjang Arana. Memaksa Arana untuk mendongak menatap langit-langit kamar.
"Hades ssss-sakiiitttt"
Mendengar rintihan sang tunangan bukannya iba Hades malah terkekeh bahagia. Wajahnya mendekat pada wajah Arana hingga menyisakan beberapa centi
"Sakit?" Bisiknya rendah. Jarak yang dekat membuat Arana dapat mencium aroma alkohol yang amat pekat.
Brakkkk
Menggunakan kakinya Hades menutup pintu kamar lalu mendorong Arana hingga membentur kursi rias.
"Gue lebih sakit Ara" desisnya semakin menguatkan jambakannya.
Arana mendesis kesakitan. Kepalanya sangat sakit. Rasa panas bercampur perih menguasai kepalanya.
"Hades llle-lepassss" pinta Arana. Bahkan air matanya sudah mengumpul dan siap untuk terjun.
Hades terkekeh sinis dengan tanpa perasaan pemuda itu mendorong Arana hingga jatuh terjerembab.
Tubuh jakungnya duduk di kursi rias yang berada di kamar itu. Matanya menatap Arana penuh intimidasi.
"Lo tau Arana?"
Arana diam. Enggan untuk menjawab. Selain karena rasa sakit yang masih menguasai kepalanya Arana takut dengan tampilan Hades saat ini.
Dia bukan seperti Hades. Hades tidak pernah kasar terhadapnya
Atau
Dirinya yang belum mengenal Hades sepenuhnya?
"Dulu gue suka banget sama lo. Sampai cara apapun gue lakuin supaya gue bisa miliki lo" suara Hades
"Sejak anak perempuan buta datang ke gue dengan senyum tulusnya, sejak itu pula gue suka sama lo"
"Ketemu lo adalah hal yang paling gue nanti tapi sayangnya karena satu hal kita harus berpisah"
"Sampai kita besar, gue kembali. Gue kembali buat lo Arana. Tapi---
Pandangan sendu Hades berubah nyalang.
"Tapi lo malah pacaran sama Malvin sialan!!!!"
Pranggggg
Hades melempar vas bunga di atas nakas ke arah Arana. Spontan Arana menjerit. Untungnya vas bunga itu meleset ke belakang tubuh Arana.
Hades terkekeh lucu. Tangannya menyugar rambutnya yang menutupi dahinya.
"Dan lucunya, Malvin adalah saudara tiri gue."
Degg
Apa?
Malvin...saudara tiri Hades?
"Kevin nikah lagi sama wanita mata duitan itu. Mengabaikan perasaan Mama hingga membuat Mama stress sampai akhirnya---
Suara Hades memelan
"Sampai akhirnya Mama harus dirawat di rumah sakit jiwa"
"Hati gue sakit Arana. Hati gue sakit ngeliat Mama gue harus menderita gara-gara Kevin brengsek."
"Hati gue tambah sakit ketika mendengar kabar, jika lo gak mau tunangan sama gue"
Arana hanya terdiam mendengar pernyataan Hades. Tangannya menutup erat mulutnya agar tak mengeluarkan isakan. Tubuh Arana bergetar takut
Hades tertawa renyah
"Tapi itu bukan masalah, toh pada akhirnya kita tetap bertunangan. Gue pikir kita bisa memulai semuanya dari awal."
"Tapi Arana, kesialan lagi-lagi datang ke hidup gue."
"Lo---
"Lo balikan sama Malvin yang artinya lo selingkuh dari gue."
Nafas Arana tercekat ketika Hades berdiri dan melangkah mendekati dirinya.
"Gue sampai berpikir, apa sebesar itu cinta kalian sampai-sampai kalian bermain api di belakang gue bahkan ketika gue ngebuat Malvin harus menikahi Mira."
Mata Arana membelalak. Sebenarnya rahasia apalagi yang tidak Arana ketahui?
"Hati gue sakit Arana. Dan gue ngerasa ini semua gak adil buat gue."
Hades berjongkok di hadapan Arana tangan besarnya membelai lembut rambut Arana yang berantakan akibat jambakannya.
"Semua rasa sakit yang gue dapat. Semua orang yang memberikanya juga harus merasakan hal yang sama."
Detik itu pula Arana mendongak. Menatap Hades dengan mata yang memerah.
Hades menyeringai seram
"Pada akhirnya gue yang menang Ara"
Jlebbbb
Tubuh Arana menegang ketika sesuatu yang runcing menusuk lehernya
"Aku cinta sama kamu, tapi cinta ini sudah berubah menjadi dendam. Ara."
Setidaknya itu adalah kalimat terakhir yang Arana dengar sebelum akhirnya ia menutup matanya.
.
.
.
🍁🍁🍁🍁🍁
KAMU SEDANG MEMBACA
Tunangan Antagonis
RandomMenurut Rena terperangkap dalam tubuh seorang tokoh novel hanyalah dongeng dari sebuah cerita. lalu bagaimana jika ia mengalami kejadian yang menurutnya hanya sebuah dongeng tak nyata itu? ***** Arana Wilson, tunangan dari Hades Giovandrick, dalam n...
