36. UPAYA

114 19 0
                                        

Tidak akan ada lagi alasan untuk ku minum bersama Corliss. Kami tetap tidak bisa hanya meminum satu gelas saja semalam. Kalle dan Aldwin mencoba menghentikan kami. Tapi kata mereka kami menjadi dua wanita monster yang menyerang. Aku melihat bekas api di pohon dan sayatan pedang di batangnya. Aku lupa apa yang terjadi. Apa kami melakukannya?

"Aku sudah membuang semua alkohol! Tidak akan ada lagi alkohol untuk kalian." Kalle menatap kami marah.

"Grrr... Grrr..." Bahkan Aldwin juga marah.

Sepertinya aku juga harus menjauhi alkohol. Aku tidak bisa berpikir dengan jelas. Mataku sedikit mengantuk dan kepalaku pening. Corliss juga belum terbangun di atas kudanya. Kami hampir saja tewas jika tidak dihentikan.

"Grrr... Grrr..." Aldwin berlari dan berhenti tiba-tiba. Dia mengamati sekeliling dan terus menggeram. Apa yang dia lihat?

"Grrr... Grrr..." Aldwin berubah menjadi Cerberus dan mengeluarkan api dari dalam mulutnya.

Kubah di depan kami perlahan meleleh. Lebih anehnya kami bisa melihat dua dunia berbeda. Hutan yang tak pernah ada habisnya dan sebuah perkotaan yang ramai. Apa kami baru saja terkena sihir dalam seminggu ini? Aldwin kembali menjadi macan hitam dan berjalan lebih dulu. Kami masuk dan melihat kubah yang kembali seperti semula.

Tapi dimana ini?

Orang-orang melihat kami dengan tatapan aneh. Apa mereka belum melihat pemburu dan kuda? Pakaian mereka juga tidak seperti pakaian para bangsawan bisanya. Aku menuntun kudaku dan melihat toko yang sangat modern. Apa kami baru sampai di pusat kota dataran ini? Aku menatap ke atas dan melihat kubah besar, sangat besar terbentang disana. Seperti berada di dalam sangkar. Jika dugaanku benar, kami bukan mengalami sihir. Tempat inilah sihir itu sendiri.

"Tutup wajahmu, Kalle! Mereka tidak percaya pada monster."

Kalle menutupi dirinya dan menatap waspada pada sekeliling. Aku tidak menyangka berada di tempat ini. Tempat ini berisi oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang dunia. Mereka melakukan banyak perkembangan dari masa ke masa. Hanya saja berdirinya kubah ini membuat mereka tidak mempercayai adanya monster di luar sana.

Mereka lebih percaya bahwa itu semua adalah mitos dan takhayul.

"Hmm... Apa ini sudah pagi?" Corliss terbangun dan menatap pemandangan di depannya dengan wajah terkejut.

Dari tempat ini aku hapal betul jalan menuju ke rumah. Masalahnya bagaimana cara kami keluar tanpa di curigai orang-orang ini. Mereka terus melihat kami dan berbisik-bisik.

"Berhenti! Siapa kalian? Kenapa membawa kuda di area ini?" Seorang datang membawa pedang ditangannya.

"Maafkan, kami. Kami dari luar kota. Kami tidak sengaja tersesat di kawasan ini. Apakah anda bisa tunjukan dimana jalan keluarnya?" Tanyaku mencoba ramah.

Tidak mungkin kami akan melakukan pertumpahan darah di kota ini. Mereka akan takut mengira kami adalah penjahat.

"Kalian siapa?" Satu orang lagi datang. Dari pakaiannya, dia terlihat berbeda dari orang yang menghentikan kami.

Apa dia bisa mendengarkan kami?

"Kami tersesat, apa kami bisa ditunjukkan pintu keluar?"

"Siapa kalian dan mau apa datang kemari?" Tanya satu orang lagi yang baru datang.

Aku menahan senyuman, kami menjadi pusat perhatian orang-orang disini. Apa mereka berbeda divisi? Kenapa baju mereka berbeda-beda? Apa mereka tidak bisa menjelaskannya?

"Kami tersesat, kami ingin pergi!"

"Siapa ini?"

"Grrr... Grrr..." Aldwin menarik tanganku yang akan mengambil pedang.

Tidak bisakah mereka bertanya pertanyaan lain?

"Kami tersesat, tolong antarkan kami kembali keluar!"

"Kenapa kalian semua berkumpul di tempat ini?"

Kalle menahan tubuhku saat aku ingin memukul mereka. Aku sudah kehilangan kesabaranku menghadapi orang-orang ini. Apa mereka tidak tahu apa-apa tentang dunia luar? Apa mereka akan terus bertanya? Aku hanya ingin pergi dari tempat ini saja.

"Kami dari dunia luar, kami ingin kembali. Bisakah kalian beritahu kami jalan keluarnya?" Tanyaku penuh dengan senyuman.

"Ah, kalian tersesat? Ikuti aku!" Orang terakhir berjalan.

Apa dia normal? Kami mengikutinya dengan menuntun kuda kami bersama. Corliss masih terlihat belum sadar juga dari mabuknya. Apa orang ini akan mengantarkan kami keluar? Aku tidak ingin berurusan dengan tempat ini. Kota pusat tidak semenyenangkan itu.

"Tempat apa ini?" Tanya Kalle.

"Pusat kota dataran. Mereka tidak mempercayai monster, lebih baik jangan tunjukan dirimu Kalle. Mereka juga tidak percaya Elf itu ada."

"Tempat ini aneh."

Kami berjalan semakin dalam dan semakin ramai. Orang-orang menatap kami dari atas ke bawah. Mereka seperti baru pertama kali melihat kami. Apa tidak ada yang pernah tersesat seperti kami? Kami mengikuti pria yang membuka gerbang besar. Apa ini jalan keluarnya?

Dia tidak seperti ingin membiarkan kami pergi.

"Masuklah!"

Yang benar saja. Kami masuk dan melihat ruangan sangat luas dipenuhi dengan orang-orang pintar. Mereka menatap kami dalam keheningan.

"Permisi! Seperti kau salah mengantarkan kami!" Dimana gerbang tadi? Di belakang kami berubah menjadi tembok dan banyak kalimat ilmiah mengenai dunia luar.

"Ugh... Kita ada dimana?" Corliss menatap sekeliling.

"Sepertinya mereka menginginkan sesuatu dari kita!" Bisik Kalle.

"Grrr... Grrr..."

Tempat ini lebih aneh dari tempat lainnya. Aku tidak suka mereka membuat kami berlama-lama dengan para orang pintar yang hampir gila ini. Apa mau mereka membuat kami berada disini?

"Apa kalian dari dunia luar?" Tanya seseorang berbaju putih.

"Iya."

"Akhirnya! Ada seseorang yang bisa membantu kita!"

Apa maksudnya?

"Perkenalan aku Era, aku yang bertanggung jawab di tempat ini. Aku mohon tolong bantu kami!" Era menggenggam tanganku.

"Bisakah kau jelaskan apa yang terjadi pada kami dan orang-orang aneh disini? Tempat ini menjadi aneh."

"Ada monster yang berbaur dengan kami. Dia membuat orang-orang tidak tahu kenyataan dan bukan kenyataan. Dia membuat orang-orang berhalusinasi sampai tahap mereka berjalan di dunia tapi tidak dengan pikiran mereka. Mungkin kau melihat di luar tadi. Hanya tempat ini saja yang dilindungi. Tolong bantu kami menangkap monster itu! Kami tidak tahu siapa dan apa dia."

"Tunggu, pertama-tama biarkan kami beristirahat lebih dulu."

🌼🌼🌼

Salam ThunderCalp!🤗

Jangan lupa like, komen, dan share!

See you...

Ksatria & Tuan Putri ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang