"Kau mengalahkan naga merah dan naga hitam dengan pedang suci?"
"Iya, Ivy mengalahkan mereka semua. Dia juga mengalahkan Hydra, Cyclop, roh, Kraken, dan banyak monster lainnya. Dia juga memurnikan banyak manusia yang terjebak. Aku sebagai temannya, merasa diberikan sebuah keajaiban bisa bertemu dengan Ivy." Corliss memakan paha kalkun dengan sangat senang.
Sky tersenyum dan memegang bahuku. Apa dia ingin mengucapkan selamat untukku?
"Kau pasti akan dimarahi kakak."
Kenapa?
"Apa kau sekarat?"
Aku tersenyum, keringat dingin membasahi wajahku. Aku lupa akan hal itu. Sky menahan senyuman dan memberikan makanan untukku. Apa kakak akan marah padaku?
"Jika kau pulang, kakak akan menunggumu di depan pintu masuk. Selamat kak, kau berhasil membuat kakak marah."
Aku menutup wajahku, bagaimana cara menghadapi kakak?
"Beberapa waktu lalu, Herrold mengirim pesan pada kami. Katanya dia akan melamarmu lagi jika kau kembali ke rumah. Apa yang akan kau lakukan?"
Aku menatap makananku, apa aku harus menerimanya?
"Herrold pasti tidak akan pulang sebelum mendapatkan hasil." Kalle menatapku iba.
Apa dia kasian padaku?
"Jika kau tidak suka, tolak saja dia!" Usul Corliss membuat Kalle menatapnya marah.
Sebenarnya Kalle ingin aku terima kakaknya atau tidak? Tapi, aku masih belum memikirkannya.
"Papa menunggu keputusanmu."
"Aku tahu, mungkin aku akan menerimanya."
Brakk...
"Aku akan pergi keluar sebentar." Eden berjalan pergi.
Apa yang dia lupakan tadi? Corliss dan Kalle saling pandang dan menatapku. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Eden. Apa dia ingin ke kamar mandi?
🌼🌼🌼
"Kenapa kau tidak menginap lebih lama?" Mardelle menatapku sedih.
"Aku harus pulang. Kita bisa bertemu lagi, sampai jumpa!"
"Jangan kabur lagi! Kau akan dimarahi semua orang!" Teriak Sky.
Aku mengangguk dan memacu kudaku bersama lainnya. Semenjak makan malam, Eden menjadi sangat aneh. Dia bahkan tidak lagi satu kuda bersamaku. Dia memilih bersama Kalle, meski Kalle sangat marah sekarang. Aldwin tertidur di depanku dengan sangat pulas. Dia sangat lucu saat tertidur dan meringkuk.
"Perutku sangat kenyang! Apa kita masih jauh dari rumahmu?" Tanya Corliss.
"Tidak. Setelah ini kita akan menemui Kerajaan Nefetari. Disana kakak perempuan ku tinggal. Setelah itu ada hutan dan kita harus melewati selat. Disana ada pulau paling ujung yang harus kita lewati selanjutnya."
"Itu terdengar dekat tapi sepertinya sangat jauh."
"Iya, memang begitu."
Apalagi kami harus melewati gurun yang penuh dengan Ghoul. Itu sangat merepotkan untuk kami melintasi padang pasir. Para kuda akan kesulitan disana. Aku akan meminta Eden untuk membuat kami tidak terlihat oleh para Ghoul. Mereka mudah mendeteksi pergerakan orang-orang yang melintas. Banyak korban pedagang menjadi korban mereka jika mereka tidak membawa ksatria dan penyihir.
"Bisakah kau mengendarainya dengan tenang? Tubuhku sangat sakit!" Kalle berteriak marah.
"Aku sudah sangat pelan!"
"Aku tahu kau pelan, tapi aku membuat kuda ini ketakutan! Pergi sana bersama Corliss atau Ivy! Aku tidak mau satu kuda denganmu!"
Eden menghentikan kudanya dan turun. Kalle menatap tak suka dan kembali mengendarai kudanya sendirian. Aku tidak tahu kenapa Kalle seperti seseorang yang tidak mau merasa kesakitan. Nyatanya dia hampir membunuh nyawaku.
"Jika kau naik! Kudaku akan mengalami stress juga. Pergilah bersama Ivy!" Usir Corliss.
Eden terdiam dan melirikku. Apa dia tidak ingin naik?
"Ayo!" Aku menawarkan tanganku padanya.
Pria ini menunduk dan meraih tanganku. Eden duduk di belakang dengan diam. Kenapa dia seperti menghindariku? Aldwin terbangun dan menggonggong pada Eden. Apa dia senang Eden bersama kami lagi?
"Gukkk... Gukkk..."
"Ma-af."
Untuk apa?
"Ak-u ber-samamu lagi. A-pa kau tidak nyaman ber-samaku?"
"Tidak. Aku nyaman. Tolong pegang kuda ini!"
Eden menerima tali kuda. Aku bisa bersandar lagi pada Eden. Punggungku sangat sakit dan aku sangat lelah. Aku jadi merasakan kembali detak jantungnya yang membuatku ingin tidur. Apa penyakitnya membuatku tertidur pulas?
"Eden, aku mengantuk. Jika kau sampai di padang pasir beritahu aku."
"Ba-iklah."
Itu bagus.
🌼🌼🌼
"Ivy?" Aku membuka mata dan segera menyipit.
Kenapa banyak debu berterbangan disini. Apa kami sampai di padang pasir? Tapi apa kubah ini? Apa Eden yang membuatnya? Ini sangat besar dan dimana Aldwin?
"Gukkk... Gukkk..." Aldwin bersembunyi di balik jubahku.
"Kapan badai ini akan berakhir? Disini sangat panas!" Kalle melemparkan jubahnya.
Disini memang sangat panas, terutama karena Eden melindungi tubuhku dengan jubahnya. Apa dia tidak tahu disini sangat panas dan pengap? Corliss lebih dulu memeriksa di luar kubah.
"Groammm..."
"Mereka sangat banyak di luar. Kita terkepung oleh Ghoul dan pasir. Apa kubah ini tidak bisa bergerak?" Corliss mundur perlahan.
Wajah-wajah Ghoul berada di luar kubah bersama pasir-pasir yang berterbangan. Aku harus melakukan sesuatu untuk mengusir mereka. Aku turun dari kuda dan melepaskan jubahku. Aku dan Kalle dalam masalah jika terjebak terlalu lama disini. Kami tidak bisa bertahan di padang pasir terlalu lama.
"Eden, kau bisa membuat pasir-pasir ini menyingkir?"
"Jika aku melakukannya, aku akan membuka kubah ini. Para Ghoul akan menyerang."
"Corliss, Kalle, mendekatlah pada Eden. Aku akan mengusir para Ghoul."
"Gukkk... Gukkk..." Aldwin melompat ke atas bahuku.
"Hitungan ketiga, satu... dua... tiga..."
Aku menancapkan pedangku pada tanah berpasir. Debu mulai menyingkir bersamaan dengan para Ghoul yang terkena aliran listrik disekitar kami. Mereka berteriak dan meraung-raung. Ini lebih banyak dari dugaanku.
"Aldwin, bakar mereka."
Aldwin berubah menjadi Cerberus dan membakar tubuh-tubuh Ghoul. Ini sangat efesien untuk membunuh mereka. Sebelum Ghoul lain datang kami harus segera pergi. Aku membawa tubuh Aldwin dan naik ke atas kuda.
"Ayo!"
🌼🌼🌼
Salam ThunderCalp!🤗
Jangan lupa like, komen, dan share!
See you...
KAMU SEDANG MEMBACA
Ksatria & Tuan Putri ( END )
PrzygodoweBagaimana rasanya sebuah pengkhianat dari seseorang yang kalian percayai? Sakit? Marah? Kecewa? Sedih? Itulah yang dirasakan Ivy, setelah apa yang dia lakukan selama ini untuk N. Justru sebuah pengkhianat dan dia terima. Dikhianati oleh seseorang di...
