"Jadi Cyclop hanya mengoleksi mayat-mayat untuk dijadikan teman?"
Kami menyelusuri jalanan yang dibuat Cyclop. Tidak mungkin dia berasal dari desa tadi. Tapi bagaimana bisa dia menculik orang-orang sampai mereka mati?
"Mungkin Cyclop menculik mereka untuk dijadikan teman bermainnya. Setelah mereka mati, mereka hanya dibuang di bawah rumah itu. Warga desa disana menjadi tidak menyukai orang asing yang datang. Mereka menganggap keluarga, teman, atau saudara mereka diculik oleh orang asing yang datang."
Cahaya terlihat diujung sana. Aku memacu kudaku lebih cepat. Darimana Cyclop ini berasal? Apakah dia berasal dari hutan? Aldwin menggonggong dan berlari pada cahaya lebih cepat dariku. Apa yang dia lihat sekarang? Apakah tumpukan mayat lagi? Apakah seorang Cyclop? Atau hutan yang mengerikan?
"Gukkk... Gukkk..."
Pemandangan ini jauh lebih indah dari bayanganku. Kunang-kunang ungu berterbangan di atas bunga-bunga. Ini bukan sebuah hutan yang menyeramkan. Ini taman bunga yang sangatlah luas. Aku turun dan berjalan di antara bunga dan kunang-kunang. Ini sangat indah!
Topengku terlepas dan melihat banyak peri berlarian di atas bunga-bunga. Mereka menatap kami dan saling berbicara dengan peri penyembuh.
"Kunang-kunang itu beracun?" Tunjuk Corliss masih berada di tepi gua.
"Tidak, disini juga tinggal peri lain. Mereka tidak berbahaya!"
Aku tertidur di atas bunga-bunga ini dan menatap langit yang menjadi keunguan. Lebih banyak peri yang muncul dan datang. Mereka bermain di sekitarku, melompat-lompat dan seolah tertawa. Apa mereka baru melihat manusia sepertiku? Aku menyentuh mereka, mereka cantik.
Pantas saja manusia datang kemari, mereka tidak sengaja melihat pemandangan ini dan tergoda. Cyclop melihat mereka akan sangat senang tahu ada manusia yang menyukai kunang-kunangnya. Harusnya tempat ini yang warga desa itu tutup. Bukan pintu mereka. Aku memasang topengku dan mencoba untuk tertidur.
Kunang-kunang ini membuatku mengantuk.
🌼🌼🌼
"Aldwin!"
Aku berteriak sangat kencang, dimana dia? Aku tidak menemukan anjing itu dimanapun. Sejak aku membuka mata keberadaan Aldwin tidak kutemukan. Apa dia menangkap seekor kelinci? Atau rusa? Aku menjadi sangat khawatir!
Corliss bersiul ke atas langit, Jay datang dan pergi kembali. Apa elang itu tahu sesuatu? Kami mengikutinya dengan sangat cepat. Ada apa dengan Aldwin?
"Gukkk... Gukkk..." Itu suara Aldwin!
Elf?
Sial! Aku mengeluarkan pedangku dan menancapkannya ke tanah. Dinding es menyelimuti Elf itu, aku berlari dan melihat kondisi Aldwin. Apa dia baik-baik saja? Darah keluar dari perutnya, apa yang Elf ini lakukan? Darah ini tidak mau berhenti juga, para peri tidak mungkin menyembuhkan Cerberus.
"Kau lagi! Kau masih kurang ku tendang bagian ***!"
"Ugh... Itu bukan aku! Aku menemukannya disini!"
"Pria itu penipu!" Corliss mengacungkan pedangnya pada leher Elf.
Apa yang terjadi?
"Aldwin, kau tak bisa mempertahankan tubuh ini. Berubahlah ke tubuh aslimu, kita bisa menemukan wujud lain."
"Gukkk..."
Tubuh Aldwin perlahan berubah, dari seekor anjing yang sangat lucu berubah menjadi Cerberus yang begitu besar. Tiga kepalanya menatapku, aku harus mencarikannya tubuh lain yang bisa digunakan. Jika tubuh barunya hampir sekarat, Cerberus tidak bisa mempertahankannya. Dia akan kembali ke wujud semula.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ksatria & Tuan Putri ( END )
AventuraBagaimana rasanya sebuah pengkhianat dari seseorang yang kalian percayai? Sakit? Marah? Kecewa? Sedih? Itulah yang dirasakan Ivy, setelah apa yang dia lakukan selama ini untuk N. Justru sebuah pengkhianat dan dia terima. Dikhianati oleh seseorang di...
