47. RUMAH

115 20 0
                                        

"Kalian tidak ingin pergi dari tempat ini? Mungkin Eden bisa mengantar kalian semua pulang ke rumah." Corliss memakan buah yang belum kami makan sebelumnya. Buahnya sangat aneh walaupun rasanya sangat manis.

"Rumah kami disini." Torin mengusap anak paling kecil di kelompok ini.

Mungkin usianya baru tiga tahun, dia akan persembahan bulan lalu. Aku tidak tahu jalan pikiran manusia dewasa mengorbankan anak-anak untuk kepentingan mereka. Apa mereka tidak tahu bahwa dunia yang mereka inginkan adalah rumahku? Jika papa tahu, mereka semua akan mendapatkan sebuah balasan yang mereka sendiri tidak bisa memimpikannya.

"Kami akan berada disini seminggu dan melihat orang-orang yang melakukan persembahan. Selama itu apa kalian tidak keberatan untuk kami menutupi jalan ke gurun pasir?"

"Jalan ke gurun pasir?"

"Setiap malam kalian tidak perlu ketakutan saat para Ghoul menyerang. Aku akan berupaya untuk menyelesaikan masalah persembahan. Mereka telah berani merusak nama baik tempat tinggalku."

"Apa di ujung sana benar-benar ada sebuah tempat dipenuhi emas?" Seorang anak kecil menatapku.

Bukan emas saja, bagaimana mengatakannya pada mereka? Ada berlian, permata, dan batu berkilauan berada dimana-mana. Sejak kecil aku tidak tahu jika batu-batu itu berharga. Nilai mata uang manusia juga sangat kecil dimataku. Tapi setelah berada di lingkungan manusia. Aku jadi tahu, sekeping uang sangatlah berharga.

"Aku berasal dari sana. Tapi kami tidak menyukai persembahan. Justru dengan mereka memberikan kami persembahan, kami akan sangat marah besar. Itu penghinaan untuk kami."

"Uwahh, disana ada bangunan emas sungguhan?"

"Iya."

"Apa ada kuda terbang juga?"

Dari mana mereka tahu?

"Apa ada kolam susu?"

"Kata ayahku ada air mancur yang bisa membuat kita awet muda."

"Aku juga dengar disana adalah surga untuk anak-anak."

"Hmm, katanya kita bisa hidup senang tanpa bekerja."

"Mereka akan memberi kita banyak makanan."

Aku tersenyum pada mereka semua, sayangnya mereka harus tahu kenyataan yang ada.

"Tempatku tidak lebih baik daripada tempat ini. Kalian bisa menemukan keluarga yang kalian inginkan. Hidup disana juga akan mudah bosan. Tidak ada permainan menyenangkan atau hal yang membuat kalian tetap hidup. Tapi, aku akan menolong kalian. Persembahan apa yang kalian inginkan dari para manusia dewasa?"

🌼🌼🌼

Eden membantu membuat pelindung tempat ini. Dia mengatakan untuk tidak mencoba pergi ke area gurun pasir. Meski tertutupi, para Ghoul bisa mencium keberadaan manusia. Anak-anak mulai mengerti dan tidak akan ada yang mencoba pergi kesana. Aku dan Corliss membantu mereka menebang pohon meski Kalle melarang kami. Memangnya rumah bisa dibangun dari tanah?

"Apa yang kalian butuhkan cuma ini?" Aku melihat tulisan yang diberikan Torin.

"Iya, kami hanya butuh itu."

Ini tidak buruk. Aku akan menambahkan lagi sampai manusia dewasa merasa terkuras. Ini pembalasan untuk mereka semua.

"Gukkk... Gukkk..."

Aldwin bermain dengan anak-anak, mereka terlihat sangat senang. Aku menatap Torin yang melihat mereka tanpa ikut bermain. Harusnya dia juga bermain seperti Jorell.

"Aku akan mengirim burung pengantar pesan padamu. Kau bisa menghubungi ku atau Kerajaan Nefetari. Kau bisa meminta pakaian atau lainnya, kau juga bisa menjual hasil tanaman kalian pada kami. Sekarang, kau adalah pimpinan mereka. Lakukan yang terbaik yang kau bisa. Karena aku sekarang ada disini, bermainlah bersama mereka. Kau sangat hebat Torin!" Aku menepuk kepala Torin.

"Terima kasih."

Torin berlari dan bermain bersama mereka. Aku harus meminta seseorang membantu mereka. Siapa yang bisa melakukannya? Aku menatap Eden yang sedang menatapku. Aku memiliki satu pemikiran yang bagus.

"Apa yang akan kita lakukan pada orang-orang yang mempersembahkan mereka?" Tanya Corliss.

"Membuat cerita baru untuk mereka. Kita butuh bantuan Eden dan Kalle."

"Aku?" Kalle muncul dari atas pohon.

"Suaramu lebih lembut dari siapapun. Kau sangat berguna Kalle!" Aku menepuk pundak Kalle.

"Apa kalian ingin mengorbankanku?"

Aku dan Corliss menggeleng dan membawa tubuh Kalle pergi. Aku memiliki sebuah ide bagus.

🌼🌼🌼

"Pfttt..."

Corliss menahan tawanya melihat penampilan Kalle. Aku memberikan bajuku padanya dan itu sangat cocok untuk Kalle. Wajah Kalle merah padam mengenakan pakaianku. Aku tidak bisa tidak tertawa melihatnya.

"Apa ini akan bekerja?" Tanya Torin.

"Serahkan saja pada kami! Kalian tunggu saja dan bersembunyi! Kalian paham!" Perintah Corliss.

Mereka semua mengangguk bersama-sama. Eden bersiap ditempatnya untuk membuat monster air. Aku dan Corliss menunggu mereka.

"Aku tidak mau lagi mengikuti kalian!" Kalle keluar dan menuju tepi pantai.

Elf cantik itu sungguhan sangat cantik saat kami memoles wajahnya. Kalle berdiri dan menyambut kapal kecil berisi seorang anak. Mereka telah datang rupanya.

"Apa persembahan kalian hanya anak kecil?" Teriak Kalle.

Orang-orang di kepal besar melihat tak percaya pada Kalle. Mereka sangat berisik disana. Kalle mengerakkan tangannya dan seolah-olah memanggil seekor monster raksasa pada mereka.

"Jika kalian mengirim anak-anak lagi aku tidak akan mengampuni kalian."

"Apa yang kalian inginkan? Kami akan mempersembahkan lebih banyak lagi!"

"Philia, berikan mereka persembahkan yang kau inginkan!"

Philia monster air kami memuntahkan kertas berisi apa saja keinginan semua anak. Kami akan menguras habis harta milik mereka. Sebagai gantinya, kami akan memberikan mereka air suci palsu. Air itu hanya berisi air dari gua yang menjadi air anak-anak selama ini. Aku menahan tawa saat merasa sangat senang dan gembira. Kapal mereka berlalu pergi dengan sendirinya. Tidak kusangka mereka akan sangat percaya pada cerita ini. Kalle membawa seorang bayi mungil. Bahkan sekarang mereka mengirim bayi pada kami.

"Anak ini bahkan belum setahun." Kalle memberikannya padaku.

"Vian, semoga kau tumbuh dengan kuat disini. Kau memiliki banyak kakak yang akan menjaga dirimu." Aku mencium dahi anak ini dan memberikannya pada Torin.

Aku tidak bisa membesarkannya di Kerajaan Cahaya. Papa dan mama akan mengira aku pergi dan membawa anak hasil hubungan terlarang. Aku tidak mau itu terjadi.

"Kami serahkan Vian, kau tunggulah sebentar lagi barang-barang yang kalian inginkan. Kau bisa menjaganya kan Torin?"

"Iya! Aku menjaganya!"

"Baiklah. Kami harus pergi sekarang."

Hanya sedikit lagi kami sampai ke rumah.

"Apa? Biarkan aku mengganti penampilanku. Bagaimana jika Herrold ada disana?"

Eden menggubah penampilan Kalle dengan sihirnya. Kalle terdiam dan tersenyum pakaiannya kembali seperti semula. Kami melambaikan tangan pada mereka semua. Anak-anak berterima kasih dan menunggu kedatangan kami lagi. Eden membuka jalan diantara lautan. Seperti sebuah jembatan untuk kami bisa lewati.

Aku akan menjaga mereka.

Tentu bersama Eden.

🌼🌼🌼

Salam ThunderCalp!🤗

Jangan lupa like, komen, dan share!

See you...

Ksatria & Tuan Putri ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang