Hujan yang menjadi saksi bisu
●●●
Setelah beberapa jam, bel istirahat pun berbunyi. "Oke untuk hari ini jam pelajaran ibu sudah habis. Ada yang mau ditanyakan?" Tanya Bu Iva.
"Tidak bu."
"Baiklah kalau begitu, Ibu permisi." Setelah mengucapkan itu Bu Iva pergi keluar dari kelas.
Nesya memutar tubuhnya untuk menghadap ke arah Zia. "Lo cewek yang kemarin ketemu sama kita kan?"
"Iya, itu gue."
Nesya hanya manggut-manggut sebagai jawaban. "Istirahat mau bareng kita-kita gak nih?" Lanjutnya.
Zia tersenyum. "Boleh banget, dengan senang hati."
"Btw kita belum kenalan nih, Zi." Azkia ikut mengobrol.
"Wah iya nih! Lupa gue."
"Kenalin nama gue Azkia, panggil aja Kia." Azkia mengulurkan tangannya dan uluran tangan itu disambut hangat oleh Zia.
"Salken ya, Ki!" Azkia hanya mengangguk dan melepaskan uluran tangannya.
Nesya dengan cepat mengulurkan tamgannya. "Giliran gue ya. Nama gue Nesya Pratista Putri, biasa dipanggil Nesya."
"Oke salken ya, Nes!"
Karina melihat ponselnya untuk melihat jam. "Yaudah kita langsung ke kantin aja sekarang."
"Yuk!" Seketika mereka langsung tertawa karena tingkah mereka yang terskesan seperti anak kecil yang heboh.
Sesampainya di kantin, mereka memilih tempat duduk yang berada di pojok. "Siapa yang pesen nih?" Tanya Azkia.
"Gue sama Nesya aja deh," kata Karina. "Mau gak Nes?" Tanyanya lagi.
Nesya mengangguk dan mereka berdua pun bangkit dari duduknya meninggalkan Azkia dan Zia.
"Oh ya, kemarin lo baru pindahan ya?" Azkia membuka pembicaraan.
Zia mengangguk." Iya, kemarin gue baru pindah. Gue gak nyangka sih kita bakalan ketemu lagi dan malahan satu kelas lagi." Tuturnya kemudian tertawa pelan.
"Dunia memang sempit ternyata, semoga kita bisa berteman dengan baik ya, Zi!"
"Harus sih Kia kalau itu, lebih baik lagi semoga bisa bersahabat."
Azkia hanya tersenyum. Tak lama Nesya dan Karina datang membawa nampan. "Nih pesenan lo berdua," Karina menaruh nampan yang ia bawa di atas meja.
"Makasih banyak Na."
"Iya, kayak sama siapa aja sih lo berdua ini." Kata Karina seraya duduk di sebelah Nesya. Mereka menikmati makanan yang mereka beli, tanpa disadari ternyata bel masuk sebentar lagi berbunyi dan Akhirnya Azkia dkk pun kembali ke kelas. Tenang saja, pesanan yang mereka beli sudah dibayar kok jadi mereka tidak berhutang di kantin ya.
Pulang sekolah
Siswa dan siswi mulai membereskan alat-alat tulis mereka masing-masing. "Kia gue duluan ya! Soalnya nyokap gue udah jemput nih!" Seru Nesya dengan tidak santai.
"Iya sana hush hush!" Azkia mengibas-ngibaskan tangannya mengusir Nesya. Yang diusir hanya memukul pelan lengan Azkia.
"Eh gue juga duluan nih, gapapa lo berdua gue tinggal?" Kata Karina.
"Gapapa santai aja kok. Gue bareng Zia aja."
Zia merangkul Azkia. "Tenang aja, si Kia pasti gue jagain gak bakalan ilang kok."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Unexpected
Ficção AdolescenteAzkia Barsha Prameswari, dia anak tunggal. Suatu hari, ia tidak sengaja bertemu dengan Danish. Nama lengkapnya Danish Haidar Sakya. Danish merupakan ketua dari geng CCR. Sang ketua geng ini mulai mencoba mendekati Azkia. Namun, Azkia mencoba untuk t...
