Chapter 40 : Mantan Katanya?

7 3 2
                                        


Aku selalu bertanya-tanya mengapa selalu bisa dipertemukan dengan orang seperti dia. Dan apa? Mantan katanya?

~~~

Jam sudah menunjukkan pukul 05.45 tentunya Azkia sudah siap dengan seragam putih abunya. Tak lama ada pesan yang masuk. Selama beberapa menit, gadis itu mengabaikan ponselnya karena sedang membereskan buku pelajaran hari ini. Kemudian setelah selesai, barulah ia mengecek ponselnya.

Azkia mengetik sesuatu di ponselnya, sepertinya ia sedang membalas pesan dari Nevan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Azkia mengetik sesuatu di ponselnya, sepertinya ia sedang membalas pesan dari Nevan. Dan tanpa menunggu lama, Nevan langsung membalas pesan itu.

 Dan tanpa menunggu lama, Nevan langsung membalas pesan itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gadis itu beranjak dari duduknya dan langsung mengambil tas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gadis itu beranjak dari duduknya dan langsung mengambil tas. Sebelum keluar dari kamar, dirinya menyempatkan diri untuk bercermin. Merasa semuanya sudah selesai dan tidak ada yang tertinggal, Azkia langsung turun ke lantai bawah.

"Pagi Ma, Pa," sapa nya lalu memeluk Citra dan Cakra secara bergantian.

"Pagi sayang," jawab kedua orang tuanya.

Azkia mengambil piring dan mulai menyendokkan nasi beserta lauk pauknya. Mereka bertiga makan dengan tenang. Cakra berada di rumah karena sedang libur. Setelah selesai sarapan, Azkia langsung mengirimkan pesan kepada Nevan. "Oh iya Ma, Pa, aku mau berangkat ya," pamit gadis itu sambil memakai tas ranselnya.

The UnexpectedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang