Entah mengapa, aku merasa dia memperhatikanku dengan sorot mata khawatir. Hanya perasaanku saja atau ternyata memang benar?
~~~
Sinar matahari masuk ke celah-celah jendela kamar azkia. Gadis itu menggeliat merasa terusik dari tidurnya ia bangun dan langsung mendudukan dirinya, lalu mengucek-ngucek matanya. Tiba-tiba saja ia bersin, kelihatannya Azkia masih sedikit flu.
"Huft." Gadis itu menghela napas.
"Kayaknya gue gak bisa masuk sekolah hari ini, padahal pengen cepet-cepet masuk sekolah" gumam Azkia.
Ia pun merebahkan dirinya lagi di kasur, tak lama ponselnya berbunyi.
Drrt drrrt
Azkia menoleh ke arah sumber suara lalu segera mengambil ponselnya ia melihat nama yang tertera di sana. Buru-buru azkia mengangkat telepon itu.
"Halo Zi kenapa?"
"Gapapa, lo hari ini masuk sekolah nggak?"
"Emm... kayaknya hari ini gue belum bisa masuk sekolah, soalnya gue masih belum sembuh."
"Oh gitu yaudah cepet sembuh deh lo, soalnya gue dikacangin mulu nih di sini." Curhat Zia kepada Azkia dari seberang sana.
Azkia tertawa "haha iya tunggu gue sembuh, ntar gue juga langsung masuk sekolah kok."
"Oke, udah dulu ya bye."
"Bye."
Setelah memutuskan telepon dengan dengan Zia, ia menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigi. Beberapa menit kemudian azkia sudah selesai dan langsung menuju ke lantai bawah. Sesekali ia bersin dan terbatuk, karena ia belum sembuh.
Seketika Citra dan Cakra menoleh melihat anaknya yang sedang menuruni tangga sambil sesekali bersin dan terbatuk. Sesampainya di dekat meja makan azkia langsung duduk di kursi.
"Kamu masih belum sembuh Kia?" Tanya Cakra yang sedari tadi melihat putrinya yang terbatuk.
Azkia mengangguk singkat.
"Kalo masih demam, kita ke dokter aja ya?" Cakra bertanya seperti itu karena merasa khawatir kepada anaknya.
"Nggak usah Pa. Ini cuman tinggal flu sama batuk biasa aja kok, ntar juga sembuh sendiri."
Cakra hanya menghela napas karena putrinya yang sedikit keras kepala. "Yaudah kamu hari ini jangan dulu masuk sekolah ya."
"Iya Pa," jawab Azkia.
Citra datang dari arah dapur sambil membawa makanan yang ia masak tadi untuk sarapan. Setelah dekat meja makan, ia segera meletakkannya di meja. Lalu duduk bersebrangan dengan Azkia.
"Kamu udah mendingan Kia?" Tanya Citra yang sedang menatap anak semata wayangnya.
Azkia mengangguk "udah kok Ma, tinggal flu sama batuk aja dikit."
"Alhamdulillah syukur kalo gitu, yaudah sekarang sarapan dulu nih abis itu kamu minum obat ya sayang." Ucap Citra sambil menyodorkan piring.
Azkia mengangguk dan mengambil piring itu. Suasananya mendadak menjadi hening, tidak ada yang berbicara lagi karena mereka bertiga sibuk memakan sarapannya.
~~~
Di waktu yang sama tetapi beda tempat Karina, Nesya, dan Zia sedang duduk di tempat duduknya masing-masing.
"Eh si Kia gak masuk sekolah lagi Zi?" Tanya Karina memulai percakapan.
Zia mengangguk "iya, tadi pas mau berangkat sekolah gua telepon dia. Katanya dia masih sakit, jadi gak bisa masuk sekolah hari ini." jelasnya
Nesya tampak berpikir, " gimana kalau kita jenguk Azkia ke rumahnya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Unexpected
Fiksi RemajaAzkia Barsha Prameswari, dia anak tunggal. Suatu hari, ia tidak sengaja bertemu dengan Danish. Nama lengkapnya Danish Haidar Sakya. Danish merupakan ketua dari geng CCR. Sang ketua geng ini mulai mencoba mendekati Azkia. Namun, Azkia mencoba untuk t...
