Lee Goon pergi begitu saja tanpa mengucapkan apapun lagi.
Jujur saja Ha Jin merasa sedikit bersalah dengan membohongi adiknya itu tapi tak ada cara lain untuk menghentikan adiknya yang mungkin saja akan kembali memukul Cho Kyuhyun. Ha Jin sudah terlalu pusing dengan semuanya dan kebetulan hanya satu alasan itu yang terlintas di otaknya.
Setelah kepergian Lee Goon yang meninggalkan taman dengan membawa raut wajah tak percaya sekaligus kecewa, Cho Kyuhyun menariknya pulang,
Tidak benar-benar menarik dalam arti kasar, pria yang menjadi suaminya itu hanya menghela nafasnya sangat panjang kemudian menggenggam satu tangannya untuk di bawa menuju mobil.
Lalu sialnya selama perjalanan hingga sampai di apartemen, mulut suami tampan tidak normalnya itu sama sekali tak bergerak.
Ha Jin menghitung sudah dua jam semenjak kepulangannya Kyuhyun belum juga bersuara.
Dan Ha Jin tak lagi bisa menahannya.
"Chochoooooo". Seru Ha Jin dengan nada kesal namun menggemaskan, "Kau sadar sejak tadi mendiamiku?".
Ha Jin mengikuti langkah Kyuhyun yang kini berjalan masuk ke dapur, sebenarnya jika boleh jujur sudah dua jam ini Ha Jin terus mengekori Kyuhyun.
Setelah selesai dengan aktifitas minumnya, Kyuhyun kembali berjalan keluar dapur dengan Ha Jin yang masih mengikutinya.
"Demi Tuhan kau kenapa? Jika diam begini mana kutahu apa masalahmu? Apa pertemuanmu hari ini dengan pemilik gedung tak berjalan lancar? Dia menolak untuk menyewakan gedungnya?". Seru Ha Jin merujuk pada Kyuhyun yang sedang mencari gedung untuk tempatnya merintis usaha kembali.
Kini Kyuhyun berdiri di depan jendela apartemennya dengan dua tangan yang ia masukkan ke dalam saku.
Tepat empat langkah di belakang Kyuhyun berdiri Ha Jin yang semakin bertambah kesal ohhh sial Lee Ha Jin tak suka di acuhkan.
"Jika kau tak juga membuka mulutmu...". Mengatur nafasnya yang berantakan, Ha Jin melanjutkan dengan, "Aku akan mati sekarang".
Lee Ha Jin.
Yah, gadis ini selalu mengatakan apa yang ada di otaknya tanpa menyaringnya atau berpikir panjang.
Tapi itu cukup berhasil sebab Kyuhyun langsung berbalik dengan wajah yang... Emm bagaimana harus di gambarkan?
"Yah, hati-hati dengan ucapanmu". Seru Kyuhyun yang kini sudah berdiri tepat di depan Ha Jin, "Astaga Lee Ha Jin, tolong...". Menarik nafas sangat dalam sembari memejamkan mata sebentar, Kyuhyun melanjutkan, "Apa kau terbiasa mengatakan semua yang ada di otak cantikmu itu tanpa berpikir terlebih dulu?".
"Okh, aku terbiasa".
Ha Jin melanjutkan dengan memukul dada Kyuhyun satu kali, "Ku tanya kau kenapa tapi kau terus diam bahkan mengacuhkanku? Kau tak sadar sudah dua jam tak bicara padaku?".
Kyuhyun menaikkan satu alisnya, "Kenapa? Kau mulai terbiasa aku yang bicara padamu dan merasa kehilangan saat aku mendiamimu?".
Memukul kembali dada Kyuhyun sembari menggigit bibir bawahnya, Ha Jin melanjutkan, "Okh, aku terbiasa. Kenapa?". Lalu melanjutkan dengan lebih kesal, "Kau tahu jika kau menyebalkan?".
Kyuhyun tertunduk dengan helaan nafas panjang lalu mengangguk satu kali, "Adikmu sudah sangat membenciku dan kau baru saja memberinya satu alasan baru untuk semakin membenciku".
Ha Jin masih diam menatap Kyuhyun.
"Kenapa harus mengatakan dirimu hamil, hmm? Itu semua tidak benar, kau hanya semakin memperumit posisiku di mata adikmu". Lanjut Kyuhyun.

KAMU SEDANG MEMBACA
Paid Bride, End.
RomanceLee Ha Jin percaya jika uang adalah pusat dari segala kebahagiaan tapi apakah bahagia-nya adalah uang? Cho Kyuhyun percaya di dunia ini tidak ada yang namanya cinta sejati. Baginya, cinta menyakitkan. Terlalu menyakitkan hingga membuatnya terluka sa...