~ 27

326 39 12
                                    

Bernafas dengan sangat teratur, Ha Jin memejamkan kedua matanya erat bersama dengan deguban jantungnya yang tak kunjung berdetak normal.

Ha Jin pernah memimpikan satu hal sederhana semenjak ia menyandang status istri dari Cho Kyuhyun, tidur di atas ranjang yang sama dan menjadikan tangan Kyuhyun sebagai bantal hidupnya.

Yah, itu.

Dan malam ini semuanya terjadi.

Hal gila baru saja terjadi.

Tidak, sebenarnya apa yang baru saja terjadi?

Sejujurnya Ha Jin belum mencerna semuanya dengan baik.

"Berhenti bernafas secepat itu".

Ha Jin membuka kedua matanya perlahan dan yang tubuh polosnya rasakan masih sama, bersandar di atas dada Kyuhyun yang keras.

Ha Jin bahkan berani bersumpah baru tahu beberapa saat yang lalu jika Cho Kyuhyun punya bentuk dada yang sialan satu juta kali lebih menggoda.

"Kau masih tidak mau menatapku?".

"Aish, diamlah Cho Kyuhyun".

Kyuhyun tersenyum simpul bersama dengan satu tangannya yang mengusap pelan punggung belakang Ha Jin, hal lain yang justru membuat kupu-kupu di perut Ha Jin semakin menari liar.

"Ha Jin-ah".

Ha Jin tak menjawab tapi Kyuhyun tahu jika gadis dalam pelukannya ini mendengarnya.

"Apa tak seharusnya kulakukan?".

Pada akhirnya Ha Jin tak tahan untuk tak menatap wajah berseri Kyuhyun, sesaat setelah menggeser sedikit posisinya Ha Jin berkata, "Cho Kyuhyun jujurlah padaku. Sebelum aku, kau pernah menyentuh wanita lain kan? Omonganmu yang berkata tak pernah bercinta dengan wanita dan aku adalah wanita pertama bagimu hanya bualan, benar?".

Kyuhyun tersenyum mengusap sisa-sisa peluh keringat Ha Jin, "Aku juga bingung. Aku luar biasa menyadari satu hal menyimpang di dalam diriku yang sangat menjijikkan. Aku tak pernah begitu tertarik pada wanita, aku tak punya fantasi apapun terhadap seorang wanita layaknya seorang pria normal. Seperti yang sudah kau tahu, aku ini penyuka sesama jenis yang di perparah pula dengan memiliki gangguan kecemasan akut. Satu kali pun aku tak pernah membayangkan malam seperti malam ini bisa terjadi di hidupku". Kyuhyun menjeda kalimatnya untuk sekedar menikmati wajah Ha Jin yang berseri, "Aku bercinta dengan seorang wanita, bukankah itu hal gila dan tak wajar untuk orang seperti aku yang mempunyai kelainan seks?".

Ha Jin terpukau.

Sekali lagi harus mengakui telah terjatuh sangat dalam pada kedua mata indah Kyuhyun.

"Ha Jin-ah, apa—".

"Kau menyesal melakukannya? Kau menyesal bercinta denganku?".

Kyuhyun tak langsung menjawab.

"Ha—".

"Sebab aku tidak". Potong Ha Jin kembali, "Aku tidak menyesal sama sekali, apa itu artinya disini aku-lah yang jalang?".

"Demi Tuhan". Ada satu amarah yang tiba-tiba muncul secara alami dari dalam diri Kyuhyun, "Memangnya apa hak-mu mengatakan dan menyamakan dirimu dengan jalang?".

Ha Jin memberenggut menggigit bibirnya.

Sementara Kyuhyun menarik nafasnya dalam kemudian kembali berkata, "Aku menikahi gadis baik-baik. Gadis yang rela menghabiskan waktunya untuk bekerja demi adiknya, gadis yang kutahu mempunyai hati seluas laut, gadis yang tumbuh dengan luka tapi memilih untuk tetap hidup dengan baik tanpa membawa dendam apapun jadi jangan pernah samakan dirimu dengan jalang atau apapun itu. Aku tidak suka".

Paid Bride, End.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang