HALO GUYS.....KELEN SEHAT KAN?
SEHATLAH, JANGAN SAKIT-SAKIT
YUK AHH LANJUT BACANYA, VOTE DAN SPAM KOMEN YANG BUAAANYAAAK BIAR NGGAK KEK KUBURAN INI CERITA YA GUYS
ENJOY and HAPPY READING
Setelah mengantar Laras di SMPN 10 untuk praktik mahasiswanya, Noe melajukan motor ninja-nya ke kantor Swan Group untuk menghadiri panggilan karyawan baru. Inilah yang membuat gadis berumur 24 tahun, anak bungsu dari enam bersaudara dan kelahiran Medan memutuskan untuk merantau ke ibu kota.
Ternyata jarak antara kantor Swan Group hanya dua belas meter dari SMPN 10 dan Noe hanya butuh sepuluh menit untuk sampai di parkiran gedung yang menurut info yang Noe dapat memiliki tiga puluh lantai.
Setelah Noe mematikan dan mencabut kunci motor yang lagi-lagi hasil pinjam dari ayahnya Laras, ia melepaskan helm full face-nya lalu menata rambut pendeknya dengan sisiran dari jari jemarinya. Melihat dari pantulan kaca spion bahwa penampilan rambutnya sudah kembali rapi dan wajahnya pun masih on, Noe segera melepas jaket kulitnya.
Noe menatap alorjinya, pukul 07.30 itu berarti ia telah datang lebih cepat dari jam kesepatan, pukul 08.00. Sekilas Noe merapihkan kemeja putihnya yang membalut tubuhnya sebelum ia melangkah memasuki gedung. Noe melangkah satu meter dari tempat parkiran motor ke pintu gedung dengan menenteng tas. Namun, Noe dibuat bingung oleh karyawati-karyawati yang berpapasan dengannya, ada yang curi-curi pandang kepadanya, ada yang berbisik-bisik tetangga sambil cekikikan dan ada juga yang memandanginya dengan mata berbinar.
Tangan Noe mendorong pintu yang terbuat dari kaca dan sejuknya AC menyapa kulitnya yang telanjang. Ia segera menuju ke meja resepsionis yang ada di depannya.
"Selamat pagi Pak, ada yang bisa kami bantu?" dengan ramah.
"Ehm...maaf saya perempuan." Noe tersenyum.
"Oh oh maaf, saya tidak tahu." Perempuan perempuan yang berdiri di belakang meja resepsionis yang diketahui bernama Autia Amanda dari name tag yang dikalungkan ke lehernya itu.
"Tidak apa-apa. Ehm...ini dua minggu yang lalu saya telah memasukkan lamaran pekerjaan ke kantor ini dan tanggal dua puluh saya mendapatkan panggilan dari Bapak Yudi manajer HRD." Noe memberikan bukti email yang dikirimkan Pak Yudi kepadanya kepada Autia
"Mari ikut saya."
"Baik." Noe mengangguk. Lalu ia mengikuti langkah Autia hingga menaiki lift dan berhenti di lantai lima.
Noe kembali mengikuti Autia hingga ruangan yang berada dipaling pojok
TOK, TOK, TOK.
Autia mengetuk tiga kali pintu bercat abu-abu itu lalu setelah mendengar samar-samar suara dari dalam, Autia segera mendorong pelan pintu itu hingga terbuka.
"Permisi Pak, ini ada ingin bertemu dengan bapak."
"Siapa?"
"Namanya Noe Firza Row. Dia telah memasukkan lamaran dua minggu yang lalu dan tanggal dua puluh Bapak memanggilnya lewat email."

KAMU SEDANG MEMBACA
Salah Hati [Noe&Laras]
FanfictionWARNING! JANGAN SALAH LAPAK! Noe Firza Row, gadis tomboy yang memberanikan diri untuk mengubah penampilannya sesuai dengan jati diri dan kenyamanannya. Dengan penampilan manly-nya dan ditambah wajah yang tampan, kerap membuat orang salah pandang k...