#53

159 12 3
                                        


HALO GUYS...KALIAN SEHAT KAN?

SEHATLAH JANGAN SAKIT-SAKIT


SIAPA YANG NUNGGUIIIIIN BAB BARU, AYO NGAKUUUU

NIH NI AKU UP YA, YA MESKIPUN SELAMA DUA MINGGU INI AKU MASIH BELUM MELANJUTKAN KARANGAN LAGI

KASIHAN AJA SAMA KALIAN NUNGGU LAMA, SAMPAI PADA KABUR WKWKWK

YAAAH THANK YA SAMA YANG SUDAH BERTAHAN :)



SEPERTI BIASA

SEBELUM / SESUDAH BACA BIASAIN HARGAIN DENGAN VOTE PLUS COMMENT




ENJOY AND HAPPY READING










Duduk di tepi tempat tidur berukuran 180 x 200 cm, yang biasanya terlihat sangat luas bila dipakai untuk tidur seorang sendiri, tapi kini putri semata wayangnya yang mulai beranjak ABG mengisi tempat kosong di sebelahnya dan terlelap di sana. Tangan kiri mengambil pigura foto 4R dari atas meja nakas samping tempat tidur dengan mata tertuju pada sosok wanita bergaun pengantin yang tangannya ia genggam.

"Sayangku, apa kamu merindukanku? Karena aku merindukamu sekarang." Ibu jari Lifan mengusap lembut wajah almahumah istrinya.

Dia adalah Elma Nanda, gadis dengan mata berwana hazel, sang pemilik hati Lifan selama tujuh tahun hingga akhirnya saling memantapkan hati untuk hidup bersama di pelaminan. Berjalan satu tahun pernikahan keinginan mendapatkan momongan mengusik pun Lifan dan Elma. Dengan kesabaran, tak berputus asa dan selalu memohon kepada sang pencipta, akhirnya benih janin tumbuh di rahim Elma saat perjalanan bahtera rumah tangga memasukki tahun kedua. Tujuh Oktober adalah bulan yang sangat dinanti-natikan olehnya dan Elma, di bulan itu pula kedua lengan tangan Lifan pertama kali merasakan lembutnya kulit bayi yang baru berapa detik keluar dari perut Elma. Kehadiran buah hati membuat keluarga kecil Lifan dipenuhi kebahagiaan, meskipun setiap malam harus bergadang dan tidur pun jauh dari kata nyenyak karena tangisan dari bayi, Anaya Eli. Namun, kebahagiaan sembilan tahun yang dicecapnya bersama Elma hancur seketika ketika Lifan mendengar kabar meninggalnya istri tercinta karena kecelakaan beruntun di Kawasan Sudirman.

"Tapi Anaya maunya Kak Noe jadi mama Anaya, Yah." Tanpa sadar, Lifan teringat akan ucapan putrinya.

"Yank, gimana ini anak kita ingin mama baru." Lifan menatap lurus ke foto wajah almahumah Elma, seolah-olah ia berbicara langsung dengan almahumah Elma.

Salah Hati [Noe&Laras]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang