#1

2.6K 109 4
                                        


HAY GUYS, KALIAN SEHAT KAN?

SEHATLAH, JANGAN SAKIT-SAKIT



JANGAN LUPA BACA HINGGA SELESAI, BERI VOTING DAN KOMEN-NYA YA GUYS 

HAPPY READING.....






Di ruangan ber-AC berukuran 6x3 m2 gadis berusia 23 tahun duduk santai di salah satu bangku sambil tangan kirinya sibuk men-scroll Instagram-nya. Ia di sana tidak sendirian melainkan bersama dua temannya yang memilih jurusan kuliah yang sama dengannya, yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia dan tiga teman dari kampus yang sama, tapi dengan jurusan berbeda, yaitu jurusan Pendidikan Akutansi.

TOK, TOK, TOK

Laras dan kedua temannya menoleh ke arah pintu dan tak lama kemudian pintu kayu berplitur cokelat itu terbuka.

"Maaf, apa ada yang tidak sibuk?" Tanya seorang wanita paruh baya memakai blazer berwarna abu-abu dan berambut kriting.

Laras menatap kedua temannya yang ternyata mereka juga saling tatap satu dengan yang lain.

"Ehm...ada apa ya, Bu?" Tanya Amanda, dia mahasiswa dari jurusan Akutansi.

"Begini, saya mau pergi sebentar, ada urusan. Saya mau minta ke mbak-mbak mahasiswa yang sedang kosong untuk menghandle kelas sepuluh B." Wanita paruh baya itu tersenyum.

"Wah saya dan Raza setelah ini ada jadwal dengan Bu Maning di kelas delapan C," ujar Amanda.

"Kalau begitu, saya saja. Saya free." Laras segera berdiri dari kursinya dan melangkah menuju Ibu guru itu.

"Oh oke, jadi ini tugas dari saya untuk anak-anak kelas delapan B." Ibu guru itu menyerahkan selebar kertas kepada Laras.

"Siap, Bu." Laras tersenyum.

"Kalau begitu, saya tinggal dulu ya. Terima kasih ya mbak." Ibu guru itu mengangguk dan tersenyum untuk yang terakhir kalinya sebelum ia meninggalkan ruangan.

Gadis yang memiliki nama Laras Gardiana ini pun duduk di kursinya. Kedua matanya menatap beberapa tulisan yang tergores di sana. Ternyata tugas yang diberikan ini adalah tugas wirausaha dan Ibu guru itu bernama Ibu Keke.

KRIIIIIING! KRIIIIIING!

Bel tanda pergantian pelajaran pun berdering nyaring. Laras segera membereskan buku-bukunya yang tertumpuk pada meja untuk dimasukkan pada tas ranselnya. Lalu ia segera keluar menuju ke kelas delapan B.

Dari keempat jendela yang Laras lewati untuk menuju ke pintu masuk kelas sepuluh B, ia melihat betapa riuhnya anak-anak yang sedang bermain di dalam kelas. Laras sekilas merapihkan tatanan rambutnya yang mungkin saja masih ada berantakan terkena angin dan jas almaternya sebelum kedua kakinya melangkah ke dalam kelas.

Laras menebarkan senyuman ketika ia melangkah menuju meja guru yang berjarak satu meter dari pintu kelas. Senyuman Laras ternyata hanya ditanggapi oleh beberapa murid, sedangkan yang lain masih saja asyik dengan dunianya.

Laras berdiri di belakang meja guru dan menatap ke arah murid-murid yang banyak tingkah seolah-olah kelas mereka masih belum ada gurunya.

"Halo-halo semuanya. Berkenalkan saya Laras Gardiana. Saya di sini untuk menggantikan sementara Ibu Keke. Ehm...." Laras tak tahu harus bicara apa lagi karena murid-murid yang di hadapannya tidak menghiraukannya.

Salah Hati [Noe&Laras]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang